FITNESS & HEALTH

Amankah Makan di Restoran pada Masa Pandemi?

Raka Lestari
Selasa 27 Oktober 2020 / 13:34
Jakarta: Pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini menyebabkan berbagai perubahan pada pola hidup masyarakat luas. Salah satunya adalah kebiasaan makan di restoran yang tentunya akan mengalami penyesuaian-penyesuaian tertentu.

Apakah covid-19 bisa disebarkan melalui makanan? Seperti yang dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), covid-19 diketahui tidak ditularkan melalui makanan. 

Dikutip dari Bustle, Natasha Bhuyan, MD, seorang direktur medis regional di One Medical, menambahkan bahwa makanan tidak menyebarkan covid-19.

“Makanan tidak dianggap sebagai sumber resmi penularan virus korona,” kata Bhuyan, “Sehingga umumnya aman untuk mengonsumsi makanan yang sudah dikemas, makanan yang dibawa dan dibawa, serta makanan yang dimasak.”
 

Cara penyebaran covid-19


Penularan covid-19 sendiri melalui droplets pernapasan atau percikan cairan yang keluar saat sesoerang bersin atau batuk.

Jika orang yang tidak terinfeksi bersentuhan dengan droplets yang terinfeksi ini seperti menyentuh pegangan pintu yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka penularan dapat terjadi dan orang itu mungkin akan terinfeksi, menurut WHO.

Dengan kata lain, makanan di restoran itu sendiri tidak perlu dikhawatirkan. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah permukaan benda seperti meja, pegangan pintu, menu, atau peralatan yang dapat terkontaminasi oleh droplets yang terinfeksi ini.

Ahli virologi telah menemukan bahwa virus-virus yang terdapat dalam droplets ini dapat bertahan hidup di permukaan yang keras selama berjam-jam, sehingga lebih penting untuk mencuci tangan dan menjaga area kontak tetap bersih.


makanan
(Natasha Bhuyan, MD, direktur medis regional di One Medical mengatakan bahwa makanan tidak menyebarkan covid-19. “Makanan tidak dianggap sebagai sumber resmi penularan virus korona,” kata Bhuyan dikutip dari Bustle. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Peneliti: Belum ada laporan penularan semacam ini


Bhuyan sendiri menambahkan bahwa secara teoritis memang ada risiko yang muncul terkait dengan makanan yang terkena paparan droplets dari orang yang terinfeksi.

“Akan tetapi, virus tersebut akan dibunuh melalui proses pemasakan dan melalui panas yang dihasilkan ketika memasak. Selain itu, belum ada laporan dari penularan semacam ini.”

Jika kamu tidak berada di daerah berisiko tinggi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda covid-19 , Bhuyan menyarankan untuk tidak perlu menghindari makan di restoran sama sekali. 

Meskipun memang kamu tetap perlu berhati-hati terutama jika restoran tersebut disajikan secara prasmanan perlu memerhatikan kebersihan dari piring dan alat makan yang digunakan.

“Meskipun covid-19 dapat hidup di permukaan, saat ini tidak ada bukti bahwa makanan adalah sumber penularan yang sebenarnya,” kata Bhuyan.

Pastikan untuk mencuci tangan sebelum kamu duduk untuk makan dan hindari menyentuh wajah saat makan sampai kamu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun. 
(TIN)