GADGET TALK

Halycon, Radioterapi Pertama di Indonesia untuk Perawatan Pasien Kanker

Raka Lestari
Selasa 20 Oktober 2020 / 18:34
Jakarta: Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Selain berbahaya, penderita kanker juga selalu bertambah setiap tahunnya.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini sudah ada berbagai macam perawatan untuk kanker yang berbasis teknologi. Tentunya, dengan hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan teknologi konvensional.

“Kasus kanker di Indonesia diprediksikan mengalami peningkatan secara pesat pada dekade terakhir. Sehingga penting bagi negara untuk meningkatkan akses pada perawatan termutakhir untuk pasien kanker,” ujar Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad, dalam acara Webinar 'Radioterapi: Mengatasi Tantangan-Tantangan Pasien Melalui Inovasi' pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Prof. Soehartati yang juga Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia menekankan peran radioterapi dalam menangani kanker, yang juga digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati lebih dari setengah kasus kanker di Indonesia.

"Penelitian terbaru memprediksikan bahwa lebih dari 575,000 kasus kanker akan ditemukan di Indonesia. Artinya, hampir meningkat dua per tiga dari 350,000 kasus yang dilaporkan saat 2018,” tambah Prof. Soehartati.

Radioterapi adalah sebuah perawatan inti onkologi, yang melibatkan pemusnahan sel kanker  dengan cara mengeksposnya pada gelombang berintensitas tinggi. Radioterapi hanya menargetkan pada sel kanker.

Berkat teknologi mutakhir tersebut, kini dapat mungkinkan adanya kontrol yang lebih baik untuk sel kanker dengan risiko komplikasi.

Adapun teknologi inovatif radioterapi di Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM, merupakan hasil kolaborasi dengan Varian Medical System. Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM telah mengenalkan sistem Halcyon Varian pada awal 2020 dan sejauh ini telah digunakan untuk merawat sejumlah pasien.

Halcyon diharapkan untuk dapat membantu memberikan pengobatan untuk kanker paru-paru, prostat, payudara, kepala dan leher, juga berbagai jenis kanker lainnya.

“Kami sangat senang dan bangga dapat bekerja sama dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo untuk membawa sistem Halcyon radioterapi pertama ke Indonesia. Varian Medical System akan terus berusaha agar mampu memberikan teknologi terdepan untuk penanganan pasien lintas komunitas,” ujar Kevin Lo, Managing Director, Southeast Asia, Korea, Hong Kong & Macau Region, Varian Medical Systems.
(FIR)