FITNESS & HEALTH

Meghan Markle Keguguran Anak Kedua, Ini Beberapa Penyebab Umum Keguguran

Kumara Anggita
Kamis 26 November 2020 / 17:52
Jakarta: Keguguran adalah salah satu pengalaman yang berat untuk para ibu. Hal ini pun juga telah dirasakan oleh Meghan Markle, Duchess of Sussex. Dikutip dari CNN, ia mengungkapkan bahwa ia hamil anak keduanya namun mengalami keguguran pada bulan Juli lalu. 

Dalam sebuah opini untuk New York Times, Duchess of Sussex itu bercerita bahwa ia "merasakan kram tajam" saat sedang mengganti popok anak pertamanya, Archie Mountbatten-Windsor.

Kejadian pedih ini membuat kita jadi ingin lebih tahu bahwa apa saja yang dirasakan para ibu saat mengalami keguguran. Dikutip dari Mayo Clinic, kebanyakan keguguran terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan.

Tanda dan gejala keguguran antara lain bercak atau perdarahan vagina, nyeri atau kram di perut atau punggung bawah, dan cairan atau jaringan keluar dari vagina.

Penyebab dari keguguran pun juga beragam. Beberapa yang umum dibicarakan antara lain:
 

Gen atau kromosom yang tidak normal


Kebanyakan keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal. Sekitar 50 persen keguguran berhubungan dengan kelebihan atau kekurangan kromosom.

Paling sering, masalah kromosom diakibatkan oleh kesalahan yang terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh. Ini bukan masalah yang diturunkan dari orang tua.

Kelainan kromosom dapat menyebabkan blighted ovum. Blighted ovum terjadi jika tidak ada embrio yang terbentuk.
 

Kematian janin intrauterine


Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang dan mati sebelum gejala keguguran terjadi.


meghan
(Dalam New York Times, Duchess of Sussex bercerita bahwa ia merasakan kram tajam saat sedang mengganti popok anak pertamanya, Archie Mountbatten-Windsor.Foto: Dok. Instagram The Duke and Duchess of Sussex/@sussexroyal)
 

Kehamilan mola dan kehamilan mola parsial


Dengan kehamilan mola, kedua set kromosom berasal dari ayah. Kehamilan mola dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal dari plasenta. Situasi ini biasanya membuat tidak ada perkembangan janin.

Kehamilan mola parsial terjadi ketika kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Kehamilan mola parsial biasanya dikaitkan dengan kelainan pada plasenta, dan janin yang abnormal.

Kehamilan mola dan parsial bukanlah kehamilan yang layak. Kehamilan mola parsial dan parsial terkadang dapat dikaitkan dengan perubahan kanker pada plasenta.
 

Kondisi kesehatan ibu


Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan ibu dapat menyebabkan keguguran. Contohnya termasuk diabetes yang tidak terkontrol, infeksi, masalah hormonal, masalah rahim atau serviks, penyakit tiroid.
 

Hal ini tidak menyebabkan keguguran


Perlu juga diketahui bahwa banyak mitos terkait keguguran itu sendiri. Ada beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan keguguran namun faktanya tidak demikian. Aktivitas rutin yang tidak memicu keguguran antara lain:

- Olahraga. Ini termasuk aktivitas intensitas tinggi seperti jogging dan bersepeda
- Hubungan seksual
- Bekerja. Bekerja boleh-boleh saja, asalkan kamu tidak terpapar bahan kimia atau radiasi berbahaya. Bicarakan dengan dokter kamu jika kamu mengkhawatirkan risiko terkait pekerjaan.
(TIN)