FITNESS & HEALTH

Peneliti: Studi Antibodi Coronavirus dalam ASI yang Bisa Saja Cegah Covid-19

Sunnaholomi Halakrispen
Minggu 29 November 2020 / 10:32
Jakarta: Para peneliti memelajari apakah antibodi coronavirus dalam ASI (air susu ibu) dapat membantu mencegah covid-19. Peneliti Belanda pun telah mengisolasi antibodi virus korona dalam susu wanita yang dites positif.

Dikutip dari NL Times, mereka sekarang memelajari apakah cairan pemberi kehidupan dapat diberikan kepada orang-orang yang sangat rentan terhadap penyakit parah. Misalnya, kepada orang tua.

Sementara itu, proses pasteurisasi tidak merusak antibodi. Sehingga, susu dapat dibuat aman untuk dikonsumsi orang lain.

"10 tahun yang lalu ada keju ASI. Pada versi 2020, ASI yang mengandung antibodi dapat diberikan kemungkinan dalam bentuk es batu yang diberi rasa," tutur tim peneliti dari Rumah Sakit Anak Emma di Pusat Medis Universitas Amsterdam.

"Kami berpikir saat meminum susu, antibodi menempel pada permukaan selaput lendir kami. Kemudian mereka menyerang partikel virus sebelum mereka memaksa masuk ke dalam tubuh," tambah Hans van Goudoever, kepala Rumah Sakit Anak Emma, ??kepada Dutch News.

Awal Agustus lalu, rumah sakit setempat mulai merekrut wanita positif virus korona, apakah sakit dengan covid- 19 atau tidak, untuk menyumbangkan ASI. Juga meminta mereka untuk memompa 100 mililiter atau 3,4 ons untuk Breast Milk Bank.

"Wanita yang mungkin terkena virus korona tanpa menyadarinya mungkin juga telah membuat antibodi yang dapat ditemukan dalam susu. Jadi kami mencari ibu yang mungkin telah terinfeksi juga," papar Van Goudoever kepada Dutch News.

Stok susu pun mulai mengalir, dengan lebih dari 5.000 tawaran membanjiri, membuat para ilmuwan kewalahan. Van Goudoever dan rekan-rekannya juga berharap para wanita tersebut memberikan izin agar susu disimpan untuk penelitian selanjutnya.

Jika terbukti bermanfaat, susu berpotensi digunakan untuk mencegah infeksi, kata para peneliti. Meskipun, dapat menyebabkan beberapa momen canggung, seperti yang dicatat oleh peneliti Brit van Keulen pada bulan April silam, menurut situs berita Steemit. "Ini mungkin gambaran yang aneh, orang tua yang minum ASI."
(TIN)