INTERIOR

7 Kesalahan Ini Bisa Merusak Pakaian Kamu

Sandra Odilifia
Selasa 20 Oktober 2020 / 11:00
Jakarta: Di zaman yang serba mudah ini, kebanyakan orang menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian. Namun sayangnya, tidak semua orang memperhatikan cara-cara yang tepat, seperti menyesuaikan detergen dan memeriksa kain. Hal itu sering kali membuat pakaian yang dicuci menjadi rusak.

Agar tidak merusak pakaian, ketahui kesalahan umum yang mungkin kamu lakukan saat mencuci pakaian, seperti dilansir dari Better Homes & Gardens.
 

1. Menggunakan terlalu banyak detergen


Terlalu banyak detergen dapat menghasilkan busa ekstra yang tidak sepenuhnya membilas pakaian. Itu akan meninggalkan residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Mulai sekarang, sesuaikan jumlah detergen dengan pakaian yang kamu cuci ya! Banyak bukan berarti betul lho.
 

2. Tidak menyortir cucian berdasarkan bahan


Selain memisah pakaian berwarna terang dan gelap, kamu juga perlu menyortir pakaian berdasarkan bahannya. Pisahkan pakaian yang lebih berat, seperti jeans dan sweater, dari blus dan kemeja untuk mencegah abrasi atau kerusakan pada kain yang lebih halus. Kemudian, cuci bahan besar secara terpisah dari pakaian, seperti handuk, seprai dan selimut.
 

3. Tidak menutup ritsleting pakaian sebelum dicuci


Ritsleting memiliki bentuk bergerigi yang dapat membuat kain lain tersangkut di mesin cuci. Untuk mencegah kerusakan pada pakaian lain, periksa dan tutup semua ritsleting sebelum dicuci.


mencuci pakaian
(Selain memisahkan berdasarkan warna dan bahan, jangan lupa periksa kantong-kantong celana kamu, pasangan atau si kecil. Koin yang tertinggal bisa menghambat mesin cuci dan merusaknya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

4. Mengancingkan kemeja sebelum dicuci


Saat mencuci kemeja, kamu harus melepas semua kancing dari pengaitnya, karena ini dapat mencegah robekan pada lubang kancing dan melindungi benang kancing agar tidak tertarik dan kendor.

 

5. Menutup pintu pemuat depan setelah siklus pencucian


Mesin cuci bukaan depan terkenal dengan kelembapan dan bakteri di sekitar pintu, tentunya itu dapat menyebabkan jamur dan bau tidak sedap.

Agar mesin cuci bebas dari bakteri dan bau, setelah melakukan pencucian biarkan pintunya terbuka. Kamu dapat menutupnya kembali setelah beberapa jam, atau jika paking karet dan drum mesin cuci sudah benar-benar kering.
 

6. Lupa membersihkan serat pengering


Penumpukan serat di pengering dapat menyebabkan bahaya kebakaran. Oleh sebab itu, setelah menggunakan pengering, lepaskan filter serat dan gunakan sikat untuk membersihkan serabut yang tertinggal. Pastikan kamu membersihkan rongga yang menahan filter serat secara teratur ya!
 

7. tidak membersihkan mesin cuci secara teratur


Mesin cuci juga perlu dicuci sesekali karena kotoran, residu detergen, endapan air keras, dan jamur dapat menumpuk di dalam mesin cuci seiring waktu.

Untuk membersihkan mesin cuci, kamu dapat menggunakan air panas dengan cuka. Pastikan untuk menggosok di sekitar tutup dan paking karet, karena area itu menampung kelembapan dan bakteri serta menyebabkan cucian bau apek. Selamat mencoba!
(TIN)