GADGET TALK

Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Melalui Udara dengan Teknologi Plasmacluster

Gervin Nathaniel Purba
Selasa 08 Desember 2020 / 12:42
Jakarta: Kualitas udara, khususnya di dalam ruangan, penting untuk selalu dijaga kebersihannya. Sirkulasi udara yang buruk akan berdampak terhadap kesehatan.

Kualitas udara dipengaruhi polutan udara yang dibawa oleh manusia, hewan peliharaan, dan bahan pembersih rumah tangga.

Ada juga polutan umum yang kerap terjadi di luar ruangan. Misalnya serbuk sari, tungau debu, jamur, bakteri, atau senyawa organik yang mudah menguap (volatile organic compound/VOCs). Mereka bukanlah ancaman yang besar. Namun, efeknya akan berbeda jika di dalam ruangan.

Di rumah, konsentrasi polutan udara jauh lebih tinggi karena area dalam ruangan sering kali tertutup dan kurang ventilasi. Polutan udara yang masuk ke rumah, akan sulit untuk mengeluarkannya.

Jika hal ini dibiarkan bisa memicu alergi, asma, bahkan penyakit pernapasan yang serius dalam jangka panjang. Banyak cara untuk mengatasi polutan udara. Berikut ini tipsnya.


1. Bersihkan Rumah secara Teratur


Menyedot debu sangat penting, tetapi tidak hanya di lantai. Dinding, karpet, dan furnitur juga perlu dibersihkan secara menyeluruh dan teratur.

Tentukan jadwal kapan Anda harus mencuci dan mengganti seprai. Idealnya, seprai harus diganti seminggu sekali untuk mencegah tungau debu dan alergen lainnya.

Filter udara pada AC, pemanas, tungku, dan penyedot debu perlu dibersihkan secara rutin agar tetap efektif.


2. Minimalkan Penggunaan Karpet


Dikutip How to Home, karpet dapat melepaskan VOCs seperti formaldehida dalam proses yang disebut off-gassing. Terutama saat pertama kali dipasang. Selain itu, karpet juga menjebak polutan seperti kotoran dan tungau debu.

Bagi pecinta karpet, bisa memilih karpet berlapis plastik sebagai alternatif agar noda dan polutan lebih sulit menembusnya.


3. Tingkatkan Ventilasi


Ventilasi penting untuk arus sirkulasi udara, sehingga ruangan tidak lembab. Sebaiknya, setiap ruangan dipasang ventilasi, khususnya dapur.

Dapur merupakan penyebab utama polusi udara dalam ruangan. Terutama jika menggunakan kompor gas yang menghasilkan nitrogen dioksida dalam jumlah tidak sehat.


4. Letakkan Tanaman Hias


Tanaman adalah pembersih udara alami. Berbagai jenis tanaman hias dapat memurnikan udara dan merupakan salah satu cara terbaik untuk melawan polusi di dalam ruangan. Terutama jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit pernapasan.


5. Gunakan Pembersih udara


Saat ini tersedia pembersih udara (air purifier) yang memiliki teknologi membersihkan udara. Contohnya, Sharp.

Sharp baru saja merilis temuan terbarunya, teknologi plasmacluster. Teknologi ini disebut mampu membersihkan udara dari virus korona (covid-19).



Dalam riset Badan Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan bahwa udara atau airbone bisa menjadi medium penyebaran covid-19. Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut.

Sharp menyebutkan kemampuan teknologi plasmacluster dapat menjadi solusi untuk membersihkan udara dalam ruangan dari covid-19. Teknologi plasmacluster yang telah lolos uji mampu menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2). Penemuan ini diklaim merupakan yang pertama di dunia.


 
Dalam penelitian ini, virus corona baru (SARS-CoV-2) yang melayang di udara dinonaktifkan oleh ion plasmacluster selama sekitar 30 detik. Dihitung dengan membagi volume ruang uji dengan laju pemulihan aliran, dengan asumsi bahwa aerosol yang mengandung virus melewati ruang dengan kecepatan konstan.
 
Kemampuan teknologi plasmacluster ini sebenarnya sudah dibuktikan sejak 2004. Teknologi plasmacluster secara efektif mampu menekan penyebaran virus covid-19, anggota keluarga coronaviridae.



Pada 2005, Sharp kembali membuktikan keefektifan terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV) yang menyebabkan wabah pada 2002-200. Secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).  

Lalu pada tahun ini, Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan virus korona baru (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

Selain di rumah, ada baiknya juga menerapkan teknologi di ruangan kantor. Terlebih, beberapa kantor tetap beropeasi di tengah situasi pandemi covid-19 ini.

Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia. Untuk informasi selengkapnya, simak video berikut dan silakan cek fitur produknya di sini.
(ROS)