GADGET TALK

Pusat Penelitian Kakao Berteknologi Canggih Didirikan di Pasuruan

Kumara Anggita
Rabu 07 Oktober 2020 / 19:28
Jakarta: Indonesia sebagai penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia, memiliki sektor kakao yang bertumbuh pesat dalam 30 tahun terakhir seiring meningkatnya jumlah petani kakao kecil.

Saat ini pertanian kakao Indonesia masih dihadapkan dengan tantangan rendahnya rata-rata hasil panen per hektar bila dibandingkan dengan rata-rata global. Hal ini mendorong Mondelez International untik mendirikan pusat penelitian dengan teknologi canggih di Pasuruan, Jawa Timur. 

Pasuruan Cacao Techincal Centre atau pusat penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan praktik pertanian kakao yang efektif, inovatif serta ramah lingkungan, sehingga dapat menghasilkan panen dengan hasil yang lebih tinggi, berkualitas lebih baik, dan dapat diterapkan oleh petani.  

“Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan," ungkap Maurizio Brusadelli, Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelez International. 

“Para konsumen juga makin memiliki ekspektasi yang tinggi. Mereka menginginkan makanan ringan yang lezat dan merasa nyaman mengonsumsinya dengan mengetahui dari mana bahan bakunya diperoleh dan diproduksi dengan cara yang berdampak lebih baik pada lingkungan dan komunitas," lanjut Maurizio.



(Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Foto: Dok. Modelez International)
 

Sejalan dengan program Pemprov Jatim


Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan masuknya investasi 
Pasuruan Cacao Techincal Centre (PCTC) ke Jatim ini sejalan dengan program yang sedang digencarkan Pemprov Jatim yakni tanam, petik, olah, kemas dan jual dari sektor pertanian/perkebunan.
 
“Visi misi Pasuruan Cacao Techincal Centre ini sejalan dengan program yang kami bangun sehingga ini bisa jadi satu kesatuan. Kami sangat bahagia sekali Mondelez mengambil keputusan untuk membuat PCTC di sini, karena ini bagian dari penguatan kami,” katanya dalam peresmian PCTC secara virtual, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Dia menjelaskan di Jatim terdapat sejumlah sentra tanaman kakao dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya, di antaranya seperti di perkampungan cokelat di Blitar, Madiun, Jember serta Mojokerto.
 
“Kami Pemprov Jatim mendukung sekali apa yang sudah diinisiasi Mondelez International, kami berharap ini dapat mendorong peningkatan produktivitas kakao petani, dan mempercepat pemulihan ekonomi dan kesejahteraan Jatim melalui pendampingan,” imbuhnya. 
 

Mengapa pusat penelitian ini dibilang canggih?


Pusat penelitian kakao dari Mondelez International di Pasuruan (Pasuruan Cocoa Technical Centre – PCTC) ini ditunjang fasilitas lengkap berteknologi canggih yang merupakan bagian dari jaringan pusat penelitian Mondelez International di berbagai wilayah di seluruh dunia. 

PCTC menggabungkan fasilitas penelitian dan pengembangan yang ditunjang laboratorium dan area pasca-panen dengan fasilitas percobaan agronomi kelas dunia yang dilengkapi area pembibitan dan modul penanaman seluas lima hektar, di mana para ilmuwan dapat meneliti cara-cara pembudidayaan kakao yang paling optimal.


(Michelle Pickering - Global VP RDQ Chocolate & Cocoa Mondelez International. Foto: Dok. Mondelez International)
 

Pemberdayaan petani



Nantinya, praktik dan teknologi yang dihasilkan dari Pusat Penelitian Kakao ini akan dapat diterapkan oleh para petani kakao yang tergabung dalam Cocoa Life, sebuah program pemberdayaan petani kakao secara global dari Mondelez International. 

Di Indonesia, program Cocoa Life telah berlangsung semenjak tahun 2013 dan saat ini telah memberdayakan lebih dari 43.000 petani kakao di delapan kabupaten yang tersebar di empat provinsi, yakni sekitar 25 persen dari total petani kakao di seluruh dunia yang menjadi bagian program tersebut. 

"Saya sangat mengapresiasi Mondelez International atas komitmennya terhadap sektor kakao. Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia," ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian dalam sambutannya. 

"Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) akan menghadirkan ilmuwan dari dalam dan luar negeri yang turut bekerja bersama para petani dan pemasok pada wilayah penghasil kakao di Sulawesi, Sumatra dan Jawa Timur. Para ilmuwan menjalankan tugasnya, baik di pusat penelitian maupun di berbagai lokasi lain melalui kerja sama penelitian serta berbagai aktivitas di lokasi perkebunan melalui Program Cocoa Life," jelas Rob Hargrove Executive Vice President, Research, Development and Quality, Mondelez International.

Pusat penelitian kakao Mondelez International di Pasuruan juga bertujuan untuk menemukan praktik pembudidayaan kakao yang inovatif, efektif dan ramah lingkungan, untuk mendorong hasil panen yang tinggi serta berkelanjutan, yang dapat diterapkan oleh petani kakao. Cocoa Technical Centre ini merupakan pusat kolaborasi antara ilmuwan Mondelez International dengan mitra-mitra penelitian lainnya.
(TIN)