GADGET TALK

Hyppe, Aplikasi Buatan Lokal dengan Ragam Fitur Menarik

A. Firdaus
Rabu 11 November 2020 / 20:28
Jakarta: Masyarakat Indonesia lagi sedang aktif-aktifnya di media sosial. Mulai dari Gen Z, milenials, hingga mereka yang sudah berumur.

Menurut data Hootsuite dan We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta pada Januari 2020. Peningkatannya sangat tinggi, yakni 2 juta naik 8,1 persen antara April 2019 dan Januari 2020.

Sementara itu penetrasi media sosial di Indonesia sudah mencapai 59% pada Januari 2020. Situasi ini beriringan dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 25 juta antara 2019 dan 2020.

Seperti kita ketahui, YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok merupakan media sosial dan aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Mirisnya, sulit menemukan aplikasi media sosial buatan lokal, yang tidak hanya bisa ikut meramaikan bisnis jejaring sosial di Indonesia, tapi juga bersaing dengan para aplikasi raksasa dunia.

Melihat kemirisan tersebut, perusahaan informasi lokal PT Hyppe Teknologi Indonesia menghadirkan aplikasi media sosial, Hyppe. Aplikasi ini merupakan platform media sosial yang dirancang untuk menjadi wadah para pembuat konten dalam fitur social digital dalam satu aplikasi.

Aplikasi Hyppe ini menggabungkan teknologi fingerprint combat dengan blockchain. Kombinasi ini untuk menjaga kepemilikan konten dari pembajakan, dan memungkinkan pembuat konten untuk membeli dan menjual konten di dalam aplikasi.


Hyppe mulai bisa digunakan pada akhir 2020. (Foto: PT Hyppe Teknologi Indonesia)

"Kami juga merancang aplikasi Hyppe sesuai keinginan, kesukaan, serta kebiasaan dari masyarakat Indonesia dalam berjejaring sosial," ujar President Director dari PT Hyppe Teknologi Indonesia, Hondo Widjaja.

Menurut Hondo, Hyppe tidak hanya memberi pengalaman baru dalam berjejaring sosial, namun juga menawarkan konsep yang sangat berbeda dari media sosial yang sudah ada saat ini.

Salah satunya adalah konsep platform sharing economy atau gig economy. Dengan konsep bisnis tersebut, Hyppe memberi perhatian yang sangat besar terhadap content creator.

"Kami menaruh perhatian besar terhadap mereka (content creator). Di Hyppe, para creator bisa sama-sama mendapat poin dari iklan konten dan iklan sponsor yang nantinya dapat diuangkan ataupun digunakan sebagai alat transaksi lainnya,” ujar Hondo.

Selain itu, Hyppe juga sudah menyiapkan 10 fitur yang dijamin membuat content creator memiliki ruang yang luas untuk berkreasi. Selain itu, penonton bisa terus betah untuk berlama-lama berada di dalam aplikasi.

Berikut adalah sejumlah fitur yang jadi andalan Hyppe:

- HyppeVid: Video berdurasi panjang dengan format landscape.

- HyppeDiary: Video singkat dengan format vertikal atau portrait.

- HyppeStroy: Flash video yang muncul pada status dan tayang selama 25 jam.

- HyppeChat: Fitur chat semi games yang dilengkapi dengan avatar 3D.

-HyppeCompetition: Diperuntukkan bagi para content creator untuk berpartisipasi dalam beragam kompetisi.

-HyppeSound: Penyimpanan data suara sekaligus sebagai audio player.

-HyppeScript: Fitur penyimpanan konten berformat teks.

-HyppeLive: Platform live streaming.

-HyppeGames: Memungkinkan aplikasi Hyppe terhubung langsung dengan game online.

-HyppePic: Platform untuk berbagi gambar atau foto.

Saat ini aplikasi Hyppe masih dalam tahap pengembangan, dan akan segera dapat dinikmati masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2020.
(FIR)