GADGET TALK

Kini, Cek Kondisi Paru-paru cukup dengan Batuk di Smartphone

A. Firdaus
Rabu 06 April 2022 / 14:51
Jakarta: Alodokter mengumumkan peluncuran fitur teknologi terobosan terbaru di aplikasi mereka. Hanya dengan mendeteksi suara batuk, fitur ini dapat mendiagnosis 6 kondisi paru-paru yang berbeda.

Keenam kondisi yang mampu terdiagnosis antara lain infeksi paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan, dan bronkitis. Tingkat akurasi diagnosisnya berkisar dari 87-97%, yang berarti sama akuratnya dengan pemeriksaan konvensional.

Untuk bisa menghadiran fitur ini, Alodokter bekerja sama dengan ResApp, perusahaan teknologi diagnosis kesehatan digital dari Australia. Teknologi ini dikembangkan dengan cara mencocokkan ciri-ciri dari suara batuk dengan diagnosis klinis.

Perusahaan tersebut telah mendapatkan akreditasi di Indonesia dan Australia. Dengan adanya fitur ini, Alodokter adalah perusahaan telemedisin pertama di Asia yang memberikan akses teknologi terbaru ini kepada masyarakat umum.

"Yang membuat teknologi ini berbeda adalah Anda tidak memerlukan gadget tambahan, cukup gunakan smartphone yang Anda miliki. Anda tinggal batuk di dekat smartphone, kemudian dalam beberapa detik, dokter kami bisa langsung mengetahui diagnosis secara otomatis dari sistem," kata Suci Arumsari, Presiden Direktur Alodokter.

Jenis teknologi diagnosis berbasis smartphone ini, menurut Suci, adalah terobosan baru untuk telemedisin, karena tidak membutuhkan device tambahan.

"Dengan adanya teknologi ini, dokter jadi lebih mudah untuk mendiagnosis lebih banyak penyakit dan memberikan perawatan secara lebih efisien dari jarak jauh, serta membantu pasien menangani permasalahan kesehatan dengan lebih cepat tanpa perlu keluar rumah," tambah Suci.

Teknologi ini juga telah disertifikasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan terakreditasi untuk digunakan di Eropa dan Australia. Fitur ini dapat diakses di Indonesia hanya lewat aplikasi Alodokter.
(FIR)