GADGET TALK

Teknologi Plasmacluster Sharp Efektif Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Melalui Udara

Gervin Nathaniel Purba
Jumat 16 Oktober 2020 / 20:19
Jakarta: PT Sharp Electronics Indonesia memperkenalkan hasil temuan barunya, teknologi plasmacluster, yang dinilai dapat membersihkan udara dari virus korona (covid-19). Mengubah kembali udara yang steril diharapkan dapat menurunkan penyebaran covid-19.

Dalam riset WHO menyebutkan udara atau airbone bisa menjadi medium penyebaran covid-19. Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, namun kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut.

Kemampuan teknologi plasmacluster dinilai dapat menjadi solusi untuk membersihkan udara dari covid-19. Teknologi plasmacluster yang telah lolos uji adalah menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2). Penemuan ini merupakan yang pertama di dunia.

"Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia," ujar Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Shinji Teraoka, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.

Dalam penelitian ini, virus corona baru (SARS-CoV-2) yang melayang di udara disinari oleh ion plasmacluster selama sekitar 30 detik. Dihitung dengan membagi volume ruang uji dengan laju pemulihan aliran, dengan asumsi bahwa aerosol yang mengandung virus melewati ruang dengan kecepatan konstan.

"Hasilnya menunjukan bahwa titer infeksi virus dapat berkurang lebih dari 90 persen," tutur Teraoka.

Pihak yang terlibat dalam penelitian ini, yakni Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki; Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki; dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang).

Mereka untuk pertama kalinya di dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2) melalui perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi plasmacluster dari Sharp.  

Pada kesempatan itu, Profesor Jiro Yasuda menjelaskan penggunaan disinfektan, seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive). Namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker.

"Dengan penelitian ini dapat dipastikan jika teknologi plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan covid-19 jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus. Tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis," kata Yasuda, selaku Kepala Peneliti.

Kemampuan teknologi plasmacluster ini sebenarnya sudah dibuktikan sejak 2004. Teknologi plasmacluster secara efektif mampu menekan penyebaran virus covid-19 yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga coronaviridae.

Pada 2005, Sharp kembali membuktikan keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV) yang menyebabkan wabah pada 2002-200. Secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).  

Lalu pada tahun ini, Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan virus korona baru (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

Sejak 2000, Sharp telah mempromosikan pemasaran akademik guna membuktikan keefektifan teknologi plasmacluster, dengan bekerja sama dengan 30 lembaga penelitian independen pihak ketiga di delapan negara dunia.

Sejauh ini, banyak lembaga penelitian independen yang bekerja sama dengan Sharp telah membuktikan secara klinis kemampuan plasmacluster dalam menekan aktivitas zat berbahaya. Termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma.

“Ke depannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia," kata SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager Hiromasa Okajima.
(ROS)