FITNESS & HEALTH

WHO Peringatkan Cacar Monyet Semakin Menulari Wanita Hamil dan Anak-anak

Mia Vale
Selasa 05 Juli 2022 / 12:05
Jakarta: Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan "penularan berkelanjutan" cacar monyet di seluruh dunia dapat membuat virus mulai berpindah ke kelompok berisiko tinggi, seperti orang hamil, orang dengan gangguan kekebalan, dan anak-anak

WHO juga mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan anak-anak yang terinfeksi, termasuk dua kasus di Inggris, serta menindaklanjuti laporan di Spanyol dan Prancis. Tak satu pun dari kasus pada anak-anak yang parah. Virus ini kini telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara baru di luar negara-negara di Afrika yang endemik. 

Kasus-kasus juga meningkat di negara-negara itu, kata WHO, yang menyerukan agar pengujian ditingkatkan.

"Saya khawatir tentang penularan yang berkelanjutan karena itu akan menunjukkan bahwa virus itu membangun dirinya sendiri dan dapat berpindah ke kelompok berisiko tinggi termasuk anak-anak, orang yang mengalami gangguan kekebalan, dan wanita hamil," ujar kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Seperti yang dijabarkan laman CBC, penularan berkelanjutan dicirikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai penyakit yang dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain dalam populasi. 


(WHO mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan anak-anak yang terinfeksi cacar monyet, termasuk dua kasus di Inggris, serta menindaklanjuti laporan di Spanyol dan Prancis. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Cacar monyet biasanya ringan, dan endemik di beberapa bagian Afrika bagian barat dan tengah. Ini menyebar melalui kontak dekat, sehingga relatif mudah untuk dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi diri dan kebersihan. 

Ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet dan satu kematian sejak wabah dimulai pada Mei, sebagian besar di Eropa, menurut penghitungan WHO. Ada juga lebih dari 1.500 kasus dan 66 kematian di negara-negara tahun ini di mana penyakit ini lebih sering menyebar. 

Peringatan WHO datang beberapa hari setelah mengatakan wabah global virus harus dipantau secara ketat, tetapi tidak menjamin dinyatakan darurat kesehatan global. Komite darurat WHO mengatakan banyak aspek dari wabah yang tidak biasa ini. Dan mengakui bahwa cacar monyet, yang endemik di beberapa negara Afrika, telah diabaikan selama bertahun-tahun. 

"Sementara beberapa anggota menyatakan pandangan yang berbeda. Komite memutuskan dengan konsensus untuk memberi tahu direktur jenderal WHO bahwa pada tahap ini wabah harus ditentukan bukan merupakan keadaan darurat kesehatan global," kata WHO dalam sebuah pernyataan. 

Namun WHO menunjuk pada "sifat darurat" dari wabah tersebut dan mengatakan mengendalikan penyebarannya memerlukan tanggapan "intens". 

(TIN)