FITNESS & HEALTH

Hasil Penelitian Membuktikan Vitamin D Bisa Kurangi Tingkat Keparahan Covid-19

Raka Lestari
Minggu 13 Februari 2022 / 10:00
Jakarta: Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, vitamin D berperan penting dalam mencegah gejala berat pasien covid-19. Studi ini melibatkan 1.176 pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada April 2020 sampai Februari 2021.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa tingkat mortalitas pasien covid-19 dengan defisiensi vitamin D berkisar di angka 25,6 persen. Sedangkan, tingkat mortalitas pada pasien covid-19 dengan kadar vitamin D yang mencukupi jauh lebih rendah, yaitu 2,3 persen.

Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM., sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RSCM Jakarta, menyampaikan bahwa vitamin D merupakan satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh organ kita yang memiliki reseptor.

“Dalam masa pandemi covid-19, memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkait vitamin D. Mengonsumsi vitamin D3 dosis 1000 IU bisa dilakukan, tapi kalau mau tepat memang harus cek darah. Kalau memang rendah kita bisa menganjurkan sampai 5.000 IU sehari-harinya, apalagi kalau ada penyakit,” kata Prof. Iris.


Vitamin D Bisa Kurangi Tingkat Keparahan Covid-19
(Pedoman yang menjadi rujukan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani covid-19 menjelaskan bahwa vitamin D3 1000 - 5000 IU digunakan sebagai terapi pasien dengan seluruh tingkat gejala. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Prof. Iris juga mengemukakan bahwa mengonsumsi vitamin D3 1000 IU satu kali sehari tanpa periksa darah adalah dosis yang aman. Mengonsumsi vitamin D3 ini sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari bersama makanan karena larut dalam lemak.

Vitamin D3 juga sudah masuk dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 4 yang disusun oleh 5 organisasi profesi kedokteran dan dirilis pada Januari 2022. 

Pedoman yang menjadi rujukan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani covid-19 ini menjelaskan bahwa Vitamin D3 1000 - 5000 IU digunakan sebagai terapi pasien dengan seluruh tingkat gejala. Pemberian Vitamin D3 bisa dilakukan selama 14 hari.

Salah satu perusahaan farmasi yang memproduksi vitamin D3 1000 IU adalah PT Dexa Medica melalui produk Oxyvit. 

"Kami memproduksi Oxyvit D3 dengan sediaan softgel yang halal, Vitamin D3 ini dalam bentuk oil yang mana bioavailability dua kali lebih baik dibandingkan bentuk kaplet/tablet,” ungkap Dr. Raymond Tjandrawinata, Molecular Pharmacologist PT Dexa Medica.

Selain untuk pasien covid-19, vitamin D3 juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah berbagai penyakit. Vitamin D3 juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit.

(TIN)