FITNESS & HEALTH

Waspada, Covid-19 Bisa Pengaruhi 4 Organ Tubuh Ini

Mia Vale
Minggu 12 Juni 2022 / 08:00
Jakarta: Orang mungkin sudah banyak mengetahui kalau penyakit pernapasan bisa dijadikan sebagai deteksi dini untuk gejala covid-19. Padahal, bisa saja ada gejala lain yang lebih parah dalam memengaruhi tubuh. 

Bahkan dalam dua tahun ini virus ini dapat memengaruhi paru-paru, jantung, ginjal, sistem pencernaan, dan bahkan otak kita. 

Dalam artikel "Covid can affect these 4 body organs severely. Check symptoms for early detection" via Live Mint disebutkan, terkadang efeknya bisa bertahan selama bertahun-tahun. 

Tentang mengapa penyakit ini menunjukkan berbagai gejala, para ahli telah menunjukkan bahwa virus membutuhkan jenis sel reseptor khusus untuk masuk ke dalam tubuh, sehingga menyerang organ yang memiliki reseptor. 

Dalam kasus seperti itu, lebih mudah untuk menangani penyakit jika seseorang dapat memelajari gejalanya sejak dini. Inilah semua yang perlu kamu ketahui, seperti yang telah dirangkum dari laman yang sama.
 

Penyakit paru-paru terkait covid-19


Coronavirus biasanya menginfeksi tubuh manusia melalui saluran pernapasan sehingga efeknya pada paru-paru terlihat jelas. Karena reaksi imunologis, banyak kotoran dan cairan terakumulasi di paru-paru. 

Jadi, jika pasien terkena infeksi parah, dinding dan lapisan kantung udara di paru-paru akan terpengaruh. Gejala yang ditimbulkan, produksi sputum berlebihan, batuk, dada sesak dan sulit bernafas. 


efek covid ke tubuh
(Dalam laman Live Minta disebutkan bahwa orang yang sudah memiliki masalah jantung harus tetap berhati-hati karena covid-19 dapat memperburuk kondisinya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Bagaimana covid-19 memengaruhi jantung 


Covid-19 dapat menyebabkan sindrom koroner akut, gagal jantung kongestif, miokarditis, dan aritmia. Sebuah penelitian telah menunjukkan, respons inflamasi sistemik seperti badai sitokin dapat menyebabkan miokarditis tanpa infiltrasi virus langsung. 

Hal ini dapat menyebabkan gagal jantung dan aritmia. Hal ini dapat terjadi bahkan setelah fase akut infeksi telah teratasi dan tanpa adanya kerusakan paru-paru. Jadi orang yang sudah memiliki masalah jantung harus tetap berhati-hati karena covid-19 dapat memperburuk kondisinya. 

Gejalanya, sesak di dada, keringat dingin, masalah pernapasan, detak jantung tidak teratur, dan ketidaknyamanan di lengan, leher, dan rahang. 
 

Gejala penyakit otak tercovid


Dalam laman Livemint disebutkan bahwa covid-19 dapat memengaruhi otak dalam banyak cara. Sel reseptornya ada di korteks serebral dan batang otak, yang memfasilitasi masuknya virus. 

Gumpalan yang terbentuk pada covid-19 dapat mempersempit arteri yang mengarah ke otak yang menyebabkan stroke. Gejala yang bisa timbul, kejang, kehilangan penciuman dan rasa, sakit kepala, kurang konsentrasi, perubahan perilaku, dan kehilangan kesadaran.
 

Covid terkait masalah usus 


Sejak merebaknya Omicron, beberapa pasien mengeluhkan gangguan pencernaan. Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan Omicron atau varian lain menyerang usus. 

Dan ini tidak akan terlihat di hidung. Dengan kata lain, kamu terkena infeksi usus tapi tidak terlihat positif covid-19. Gejalanya bisa berupa, mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, kembung.
(TIN)