FITNESS & HEALTH

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Vaksin yang akan Diberikan

Raka Lestari
Kamis 07 Januari 2021 / 21:16
Jakarta: Saat ini pemerintah Indonesia sedang dalam proses pemberian vaksin kepada masyaraakat. Pada masa pandemi covid-19 ini, vaksin diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi pandemi covid-19.

Meskipun demikian, banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai jenis vaksin yang akan diterima.

“Vaksin yang ada sekarang itu yang akan diberikan dari Januari – Maret adalah Sinovac dari Tiongkok. Jadi semua yang divaksin duluan dapatnya itu, termasuk mungkin saya,” ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam acara Mata Najwa pada Rabu, 6 Januari 2020.

Dan memang, saat ini masyarakat masih bertanya-tanya apakah vaksin yang akan diberikan pemerintah tersebut memiliki kualitas yang bagus atau tidak.

“Kalau ditanya vaksinnya bagus atau tidak, kalau saya tanya ke ahli epidemiologi pasti ditanya keamanannya,” ujar Budi Gunadi.

“Sekarang, vaksin yang akan diberikan itu kan sudah melewati fase tiga uji klinis, sudah disetujui BPOM, itu artinya sama saja yang penting yang paling cepat adanya itu, ya itu yang sebaiknya laangsung kita pakai,” kata Budi Gunadi.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini kasus kematian akibat covid-19 di Indonesia per harinya bisa mencapai 15 – 20 kasus. “Sebulan bisa sampai 6000 orang. Lalu, mau menunggu saja sampai mendapat vaksin yang baik? Kalau harus menunggu setahun bagaimana? Saya kira itu tidak manusiawi ya kalau harus menunggu seperti itu,” ujar Budi Gunadi.

Pada pemberian vaksin, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang akan terlebih dahulu mendapatkan vaksin tersebut. 

“Nakes itu tentara kita yang setiap hari terekspos sangat banyak virus. Saya sudah masuk ke rumah sakit dan ICU, kasihan melihat mereka. Jumlah dokter yang meninggal itu mencapai 527 dan semakin naik terus,” tambah Budi Gunadi.

“Kalau tidak ada mereka, kita tidak mungkin menang. Sehingga mereka itulah harus yang pertama diproteksi. Itulah kenapa Nakes terlebih dahulu yang mendapatkan vaksin. Saya kira di seluruh dunia juga seperti itu, Nakes duluan yang mendapat vaksin,” tutup Budi Gunadi.
(TIN)