FITNESS & HEALTH

Apakah Ada Tanda Awal Terjadinya Osteoporosis?

Raka Lestari
Kamis 22 Oktober 2020 / 19:07
Jakarta: Proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang, sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi. Osteoporosis yang  seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. Lalu, apakah ada gejala awal dari osteoporosis?

“Banyak orang yang sering tidak memerhatikan, sampai badan kita sakit semua. Misalnya jatuh, lalu kepeleset dan langsung mengalami patah tulang. Padahal kalau orang normal, untuk bisa patah tulang itu kemungkinan kalau tertabrak motor mungkin bisa patah tulang, tetapi kalau jatuh saja sampai bisa patah tulang berarti itu sudah terlambat,” ujar Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM.

Prof. Saptawati menambahkan bahwa, osteoporosis adalah penyakit yang bersifat silent killer. Jadi apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengetahui tanda-tanda awal osteoporosis?

"Cobalah untuk menilai diri kita sendiri, apakah kita sudah mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup atau tidak?,” ujar Prof. Saptawati dalam Virtual Media Briefeing CDR Ajak Permpuan Indonesia Cegah Osteoporosis, pada Kamis 22 OKtober 2020.

“Coba kita lihat, apakah kita mengonsumsi obat-obatan tertentu tidak? Karena ada beberapa obat-obatan tertentu yang jika dikonsumsi secara rutin bisa meningkatkan terjadinya pengikisan kalsium. Atau jika memang kondisi kita normal-normal saja, apakah asupan makanan kita sudah mencukupi belum?,” tambah Prof. Saptawati.

Sebagai contoh lain, apakah makanan sehari-hari sudah mencukupi akan kebutuhan kalsium atau tidak. Seperti minum susu, atau mengonsumsi daging yang mengandung kalsium seperti ikan.

“Dan untuk ikan, yang baik itu adalah tulangnya. Jadi sebaiknya pilih ikan-ikan kecil untuk dikonsumsi,” saran Prof. Saptawati.

“Kalau dari asupan makanan dirasa sudah cukup asupan kalsium, kemudian pikirkan juga apakah kita ada kemungkinan mengalami osteopenia. Kalau sudah osteopenia kepadatan tulang sudah mulai berkurang. Mungkin memang belum sakit, tetapi kalau sudah mengalami osteopenia sebaiknya perlu waspada,” tambah Prof. Saptawati.

Menurut Prof. Saptawati, untuk lebih tepatnya sebaiknya melakukan pencitraan melalui pemeriksaan x-ray. Tidak perlu khawatir ada efek samping, karena pemeriksaan x-ray itu kan tidak sering-sering.

"Setidaknya kita bisa mengetahui apakah kondisi tulang kita mengkhawatirkan atau tidak,” tutupnya.
(FIR)