FITNESS & HEALTH

3 Berita Terpopuler Gaya: Kurangi Mobilitas Jelang Nataru Hingga Beda Crepes dan Kue Lekker

Yatin Suleha
Kamis 25 November 2021 / 06:00
Jakarta: Menjelang libur Natal dan tahun baru biasanya banyak yang menggunakan waktu untuk liburan. Namun, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama saat libur Nataru. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid mengatakan upaya ini akan efektif jika masyarakat patuh, taat dan disiplin terapkan protokol kesehatan termasuk mengurangi mobilitas dan berpartisipasi dalam vaksinasi covid-19.

“Situasi (pandemi) yang sudah membaik ini harus kita pertahankan. Laju kasus harus terus kita tekan. Memastikan mobilitas tidak meningkat secara tajam agar laju penularan juga tidak meningkat," papar dr. Nadia. 

Lalu, langkah apa lagi yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga covid-19? Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Rabu, 24 November 2021:
 

1. Cegah Lonjakan Covid-19, Yuk Kurangi Mobilitas Jelang dan Saat Libur Nataru


Walau pun angka penularan covid-19 di Indonesia menurun, bukan berarti masyarakat bisa bebas beraktivitas. Apalagi lalai terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk mempertahankan kasus positif covid-19 serendah mungkin dengan penurunan kasus yang konsisten.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama menjelang dan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga covid-19. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid.



Selengkapnya klik di sini
 

2. Merokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Paru Kronis


Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Sebanyak 3,23 juta kematian di tahun 2019 dengan merokok sebagai penyebab utamanya.

Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar 2013 prevalensi PPOK mencapai 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta jiwa yang mengalami PPOK



Selengkapnya klik di sini
 

3. Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Crepes dan Kue Lekker


Salah satu camilan yang menjadi favorit masyarakat Indonesia adalah Crepes dan Kue Leker. Kedua camilan lezat ini kerap sulit dibedakan karena memiliki banyak kesamaan. Kulit yang garing dan isian yang berlimpah. 

Meskipun begitu, ternyata keduanya memiliki beberapa perbedaan signifikan. Apa saja perbedaan dari keduanya? Berikut ini adalah perbedaan crepes dan kue lekker.



Selengkapnya klik di sini
(TIN)