FITNESS & HEALTH

Penyebab Tingginya Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi di Indonesia

Raka Lestari
Selasa 14 September 2021 / 14:35
Jakarta: Jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kematian ibu dan bayi ini. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai penanganan demi menurunkan angka tersebut.

“Sekitar 76 persen kematian ibu terjadi pada saat persalinan. Jadi 76 persen, ibu yang meninggal itu adalah pada saat persalinan dan tentunya juga pasca persalinan. Apakah di persalinan dia mengalami kesulitan, kemudian pada saat selesai persalinan terjadi perdarahan dan sebagainya,” kat Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL (K), MARS, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dalam Temu Media World Patient Safety Day, pada Selasa, 14 September 2021.

Menurut Prof. Kadir, ada 3 penyebab utama kematain ibu hamil. Di antaranya adalah perdarahan, ada juga yang meninggal karena hipertensi atau preeklampsia, sehingga dia mengalami kejang-kejang pada saat hamil, dan juga ada penyebab lain yaitu penyakit-penyakit penyerta.

“Misalnya penyakit jantung, diabetes, sehingga pada saat melahirkan ditemukan anaknya sangat besar sehingga sulit untuk dilahirkan,” jelas Prof Kadir.

Ternyata kesulitan pada saat persalinan itu disebabkan pada saat kondisi sedang hamil. Jadi pada saat hamil misalnya, ibu yang hamil itu kebetulan menderita anemia, atau kurang gizi, atau mungkin juga mengalami tekanan darah pada saat hamil, ini salah satu faktor risiko yang menyebabkan kematian ibu.

Saat ini ada lebih dari 60 persen kematian ibu terjadinya di rumah sakit. Pertanyaannya adalah, kenapa terjadi di rumah sakit?

Hal ini disebabkan karena mereka terlambat dirujuk. Mungkin juga mereka dirujuk ke rumah sakit setelah kondisinya sangat kritis. Sehingga pada saat di rumah sakit, mereka tidak bisa lagi diselamatkan.

“Oleh karena itulah sekarang ini, kami dari Kementerian Kesehatan membangun rumah sakit yang disebut dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas," kata Prof. Kadir.

Harapannya, semua rumah sakit itu harus mampu melayani pasien-pasien yang mengalami kesulitan pada saat persalinan. Kemudian diharapkan juga bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) itu juga bisa mendeteksi kondisi-kondisi ibu hamil.
(FIR)