FITNESS & HEALTH

Asupan Serat Terbukti Ampuh Perbaiki Gangguan Saluran Cerna Anak

Sunnaholomi Halakrispen
Kamis 05 Maret 2020 / 14:42

Jakarta: Sebanyak satu dari tiga anak-anak mengalami indikasi awal konstipasi yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada kesehatan saluran cerna. Maka, orang tua perlu lebih mencermati kecukupan asupan serat harian anak.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh serat terhadap kesehatan saluran cerna anak. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada masa 1000 hari pertama kehidupan dan seterusnya merupakan kunci tumbuh kembang anak yang optimal. 

Asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. dr. Badriul Hegar. Ph.D, Sp.A(K) selaku Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi.

"Ini terjadi karena serat dapat membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume dan melunakkan konsistensi feses, dan mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar, hingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB," ujar Prof. Hegar di Kaum Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2020.

Sementara, seorang anak dapat dikatakan memiliki konstipasi apabila terjadi gangguan pada pola BAB. Yakni, frekuensi defekasi yang jarang dengan konsistensi feses yang keras, serta beberapa gejala klinis lainnya.

Prof. Hegar menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat diremehkan. Sebab, terganggunya kesehatan saluran pencernaan anak dapat memengaruhi pertumbuhan dan kualitas kesehatan anak di masa depan. 

embed

(Asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

"Untuk itu, orang tua perlu mencermati kesehatan saluran pencernaan anak. Salah satunya dengan memerhatikan kecukupan konsumsi serat harian si kecil," paparnya.

Penelitian yang dilakukan di salah satu wilayah di Jakarta, memperlihatkan 9 dari 10 anak usia dua sampai tiga tahun hanya mengonsumsi rata-rata 4.7 gram serat per hari. Jumlah tersebut jauh di bawah angka kecukupan Gizi (AKG 2013), yaitu sebanyak 16 gram serat per hari.

Selain itu, dijelaskan juga bahwa satu dari tiga anak mempunyai pola defekasi berisiko konstipasi, yaitu meski buang air besar setiap hari tetapi memiliki konsistensi yang keras. Atau sebaliknya, meski konsistensinya lunak tetapi frekuensi buang air besar tiga hari sekali atau kurang.

Intervensi penambahan serat, meski hanya sebesar 7 gram selama dua bulan terlihat dapat memperbaiki pola defekasi secara signifikan pada 74 persen anak-anak tersebut pada dua minggu pertama dan mencapai 90 persen setelah dua bulan. 

"Salah satu faktor penting yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah cara menjaga kesehatan saluran cerna si kecil yang dapat berpengaruh pada penyerapan nutrisinya," ujar Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia.


(yyy)