FITNESS & HEALTH

Indra Rudiansyah, Salah Satu Putra Kebanggaan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca

Yatin Suleha
Rabu 21 Juli 2021 / 14:44
Jakarta: Dibalik Vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca, tersebutlah nama Indra Rudiansyah. Seorang putra kebangaan Indonesia yang turut serta dalam lahirnya Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Bersama tim yang dipimpin oleh Prof Sarah Gilbert yang belakangan mendapatkan standing ovation saat hadir di laga pembukaan kejuaraan tenis Wimbledon 2021, Indra yang sedang menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi sosok anak muda yang menjadi pilar peneliti muda di dunia yang berjasa dalam pandemi covid-19

Indra adalah mahasiswa Universitas Oxford yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Jenner Institute. Dan ia bergabung bersama tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group sejak Januari lalu, bersama tim menguji vaksin virus korona bersama para ilmuwan Inggris.

Tentunya ini sangat membanggakan Indonesia. Dalam Instagram resmi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/@lpdp_ri disebutkan, "Indra Rudiansyah turut menjadi bagian dalam pengembangan vaksin covid-19 yang diteliti oleh University of Oxford," buka caption tersebut.



(Indra Rudiansyah, putra Indonesia turut menjadi bagian dalam pengembangan Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diteliti oleh University of Oxford. Foto dan video: Dok. Instagram Lemb Pengelola Dana Pendidikan/@lpdp_ri)


"@Oxford_uni secara resmi menyampaikan bahwa vaksin covid-19 yang sedang dikembangkan, menghasilkan kekebalan yang baik. Vaksin tersebut merangsang respons sel T dan menetralkan antibodi. @Rudianindra merupakan penerima beasiswa LPDP program doktoral pada Clinical Medicine, @oxford_uni," lanjut caption tersebut.

Dalam tim tersebut, Indra berperan dalam tahapan uji klinis untuk melihat antibody response dari para volunteer yang sudah divaksinasi. Semenjak bergabung pada awal Mei 2020, Indra telah menghabiskan waktu rata-rata 10 jam di laboratorium setiap harinya.

Keterlibatannya dalam tim tersebut menjadi pengalaman berharga karena dihadapkan dengan begitu banyak tantangan. 

Indra menyampaikan, "Ada ratusan peneliti yang bekerja. Sumber daya yang besar ini bertujuan agar vaksin segera bisa dikembangkan dengan cepat. Biasanya, untuk mendapatkan data uji klinis vaksin fase pertama dibutuhkan waktu hingga lima tahun, tapi tim ini bisa menyelesaikan dalam waktu enam bulan."

"Sebelum melanjutkan studi di University of Oxford, Indra pun sempat menjadi peneliti pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. #DiriUntukNegeri," tutup caption tersebut.


Hartyo
(Hartyo Harkomoyo, Koordinator untuk Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya di London menyampaikan turut bangga akan pencapaian Indra yang berkontribusi dalam pembuatan vaksin AstraZeneca. Foto: Dok. Kemlu.go.id)


Dalam waktu yang berbeda, Hartyo Harkomoyo yang merupakan Koordinator untuk Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya di London dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id juga turut bangga dengan prestasi anak negeri ini.

"Tentunya peran mas Indra ini merupakan kabar yang membanggakan. Mas Indra adalah salah satu contoh terbaik yang dapat kita temui mengenai ilmuwan RI di Inggris yang turut berkontribusi atas pembuatan vaksin AZ, yang jadi solusi atas permasalahan yg dihadapi dunia," papar lelaki jebolan Master di bidang International Policies and Crisis Management, Universita Degli Studi Di Roma La Sapienza - Italia ini.

"KBRI London senantiasa mendorong para diaspora Indonesia di Inggris untuk membangun bangsa dan turut berkontribusi atas berbagai masalah global," lanjut Hartyo.

Tentunya Indonesia patut bangga dengan putra bangsa dan seorang peneliti muda yang berjuang untuk misi kemanusiaan dalam pandemi covid-19.

Cerita Indra yang menghabiskan hampir 10 jam dalam laboratorium dan bagaimana pengalamannya selama ini tentunya akan sangat menarik. Dan itu akan hadir di artikel tentang Indra selanjutnya! 
(TIN)