FITNESS & HEALTH

Pandemi Mulai Terkendali, Benih Baik Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi

Elang Riki Yanuar
Rabu 25 Mei 2022 / 19:20
Jakarta: Pandemi covid-19 di Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Sejumlah pengetatan pun mulai dilonggarkan dengan diberlakukannya PPKM Level 1.

Namun, hal itu tidak boleh membuat kita menjadi lengah. Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, program vaksinasi tetap harus dilakukan. Pemerintah Indonesia terus mendorong pelaksanaan program vaksinasi untuk segera mewujudkan herd immunity. Pemerintah juga berupaya memberikan akses vaksin bagi dua juta orang setiap harinya untuk mencapai target vaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi Indonesia.
 
Kemudian The Coca-Cola Foundation (TCCF) juga telah memberikan pendanaan sebesar Rp7,9 miliar kepada Yayasan Benih Baik dan Save the Children Indonesia untuk mendukung upaya dalam mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia melalui program vaksinasi tepat sasaran. Program vaksinasi sudah dilaksanakan oleh Yayasan Benih Baik sejak awal tahun 2021.

Namun, belum semua daerah dan penduduk memiliki akses terhadap vaksin. Sehingga pihaknya tetap terus melakukan distribusi vaksin dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan efektivitas vaksin.

Melalui inisiatif "Stop the Spread", dana dari TCFF telah diberikan sebesar Rp6,5 miliar telah disumbangkan kepada Yayasan Benih Baik dan Rp1,4 miliar disalurkan kepada Save the Children.

"Sebagai salah satu upaya percepatan vaksinasi, kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari The Coca-Cola Foundation untuk mewujudkan komitmen kami dalam menyukseskan program vaksinasi di Indonesia melalui pembukaan Sentra Vaksinasi COVID-19 yang tersebar di tujuh kota di seluruh Indonesia," kata CEO Yayasan Benih Baik, Andy Flores Noya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Andy, sebanyak 35.165 orang yang terdiri dari masyarakat dan pekerja informal seperti pemulung telah menerima manfaat dari Sentra Vaksinasi Benih Baik. Tahun lalu, inisiatif ini diadakan di 27 lokasi vaksinasi yang tersebar di tujuh kota, yaitu Surabaya, Semarang, Bandung, Lampung, Medan, Subang, dan Maros.

"Kami menyadari bahwa krisis global COVID-19 masih belum berakhi. Pandemi COVID-19 memiliki dampak mendalam bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kami telah mengalokasikan dana sebesar lebih dari Rp. 7,9 miliar untuk mendukung sejumlah organisasi di Indonesia  dalam upaya menghentikan penyebaran virus ini," kata Saadia Madsbjerg, President of the Coca-Cola Foundation.

Sementara itu, program vaksinasi yang dijalankan oleh Save the Children Indonesia yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 7.500 orang melalui program Mobile Vaccination untuk keluarga penerima manfaat.

"Sasaran utama program ini adalah keluarga rentan yang kesulitan mendapatkan akses vaksinasi, seperti misalnya penyandang disabilitas dan keluarganya, masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah, pemulung, dan masyarakat pedesaan yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk," kata Dewi Sri Sumanah, Acting Chief of Advocacy, Campaign, Communication, and Media Save the Children Indonesia.
(ELG)