FITNESS & HEALTH

Pengobatan Covid Paxlovid Gagal Cegah Infeksi Anggota Rumah Tangga

Mia Vale
Minggu 01 Mei 2022 / 11:00
Jakarta: Pfizer Inc (PFE.N) mengatakan uji coba besar menemukan bahwa pengobatan antivirus oral covid-19 Paxlovid tidak efektif dalam mencegah infeksi virus korona pada orang yang hidup dengan seseorang yang terinfeksi virus. 

Uji coba tersebut melibatkan 3.000 orang dewasa yang merupakan kontak rumah tangga yang terpapar dengan individu yang mengalami gejala dan baru-baru ini dites positif covid-19. Mereka diberi Paxlovid selama 5 atau 10 hari atau plasebo. 

Mereka yang mengikuti kursus 5 hari ditemukan 32 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi dibandingkan kelompok plasebo. Itu naik menjadi 37 persen dengan 10 hari Paxlovid. Namun, hasilnya tidak signifikan secara statistik dan mungkin karena kebetulan. 


https://m.medcom.id/tag/18235/paxlovid
(Pfizer Inc (PFE.N) mengatakan uji coba besar menemukan bahwa pengobatan antivirus oral covid-19 Paxlovid tidak efektif dalam mencegah infeksi covid-19 pada orang yang hidup dengan seseorang yang terinfeksi virus. Namun begitu, Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla memaparkan bahwa hasil ini tidak memengaruhi data kemanjuran dan keamanan yang kuat dalam uji coba sebelumnya untuk pengobatan pasien covid-19. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Pfizer mengatakan data keamanan dalam uji coba itu konsisten dengan penelitian sebelumnya, yang menunjukkan pil itu hampir 90 persen efektif mencegah rawat inap atau kematian pada pasien covid-19 yang berisiko tinggi sakit parah ketika diminum selama lima hari tak lama setelah timbulnya gejala. 

“Meskipun kami kecewa dengan hasil studi khusus ini, hasil ini tidak memengaruhi data kemanjuran dan keamanan yang kuat yang telah kami amati dalam uji coba sebelumnya untuk pengobatan pasien covid-19,” ujar Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla yang berhasil dikutip dari Reuters.

Pfizer mengatakan Paxlovid, yang terdiri dari dua obat antivirus yang berbeda, saat ini disetujui atau disahkan untuk penggunaan bersyarat atau darurat di lebih dari 60 negara di seluruh dunia untuk merawat pasien covid-19 yang berisiko tinggi. 

(TIN)