FITNESS & HEALTH

70 Ribu Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia?

Kumara Anggita
Rabu 03 Maret 2021 / 16:01
Jakarta: Penemuan baru muncul kembali baru-baru ini. Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 70.000 virus baru yang hidup di usus manusia dan menginfeksi bakteri yang hidup di sana.
 

Peran mikroba usus


Dikutip dari Live Science, mikrobioma usus atau komunitas mikroba yang kita bawa dalam sistem pencernaan kita, memainkan peran penting dalam pencernaan makanan dan mengatur sistem kekebalan. Tetapi banyak penelitian juga mengaitkan ketidakseimbangan mikroba usus dengan kondisi termasuk penyakit hati, obesitas, dan alergi. Masih banyak misteri terkait mikroba ini.
 

Para ilmuwan meneliti 'Fag'


Dalam studi baru, sekelompok peneliti menggunakan metode yang disebut metagenomik untuk mengidentifikasi virus. Metode ini melibatkan analisis semua materi genetik dari komunitas mikroba bersama-sama dan kemudian memetakan urutan individu yang ditemukan pada spesies tertentu. Mereka menganalisis lebih dari 28.000 sampel mikrobioma usus yang diambil dari 28 negara.

Proses ini mengungkapkan genom lengkap lebih dari 140.000 spesies virus yang hidup di usus manusia. Namun, satu orang, hanya membawa sebagian kecil dari spesies ini. Meskipun banyak jenis virus hidup di usus, mereka berfokus pada virus yang dapat menginfeksi bakteri, yang disebut 'bakteriofag' atau disingkat 'fag'.

"Para peneliti membatasi ruang lingkup mereka pada bakteriofag karena masih mencari tahu peran mereka dalam kesehatan manusia," kata penulis utama Luis Camarillo-Guerrero, lulusan PhD baru-baru ini dari Wellcome Sanger Institute di Inggris.

"Mungkin aman untuk mengatakan bahwa mayoritas dari mereka tidak berbahaya bagi kita dan hanya merupakan komponen integral dari mikrobiota tubuh kita,” lanjutnya.
 

Peran baik Fag


Fag ini dapat memainkan peran sentral dalam mikrobioma usus. Salah satunya dengan memberikan sifat menguntungkan pada inang bakteri mereka dan memengaruhi cara bakteri tersebut berkembang.

"Karena komunitas bakteri adalah komponen penting dari usus kita, tidak sulit untuk membayangkan bahwa fag dapat memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan yang sehat di usus kita," kata Camarillo-Guerrero kepada Live Science.
 

Dampak buruk Fag


Namun, ada kasus yang diketahui ketika fag berkontribusi pada penyakit. Difteri, infeksi bakteri serius, dan botulisme, penyakit serius yang menyerang saraf tubuh, disebabkan oleh racun yang dikodekan oleh gen fag.

Camarillo-Guerrero mengungkapkan bahwa mereka menerbitkan genom dari virus yang menyerang bakteri ini dalam database baru yang mereka sebut sebagai 'Gut Phage Database'. Ini dapat digunakan untuk memandu studi lebih lanjut tentang virus ini.

"Genom seperti cetak biru organisme. Jumlah informasi yang dapat kita ekstrak dari mengetahui hanya urutan DNA suatu organisme sangat besar,” kata Camarillo-Guerrero.
(FIR)