FITNESS & HEALTH

Perut Terasa Sakit setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya

Raka Lestari
Sabtu 18 Desember 2021 / 20:10
Jakarta: Jika kamu mengalami sakit perut setelah berhubungan seks, mungkin kamu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Melakukan hubungan seksual adalah sesuatu yang bersifat menyenangkan, namun ketika kamu harus mengalami sakit perut tentu itu akan sangat menyebalkan.

Mary Jane Minkin, M.D., dokter spesialis obgyn di Yale New Heaven Hospital mengatakan, apa yang kamu anggap sebagai 'sakit perut' sebenarnya adalah 'nyeri panggul bagian bawah'. Dikutip dari Women's Health, berikut ini adalah beberapa penyebab kamu merasa sakit perut setelah berhubungan seksual:
 

1. Posisi saat melakukan hubungan seks


Menurut Minkin, salah satu penyebab sakit perut setelah berhubungan seksual adalah, karena pemilihan posisi saat melakukan hubungan seks yang salah, atau bisa jadi karena penetrasi yang terlalu dalam. Untuk mengatasinya, kamu bisa membeli obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.

"Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit satu atau dua jam sebelum melakukan seks bisa sangat membantu bagi sebagian wanita," tambah Minkin.
 

2. Kamu memiliki endometriosis


Endometriosis terjadi ketika lapisan uterus (rahim) tumbuh di luar rahim. Nyeri panggul selama dan setelah berhubungan seks adalah salah satu gejala paling umum dari kondisi ini.

"Penetrasi mendalam saat berhubungan seks dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat karena semua organ Anda saling menempel," kata Ja Hyun Shin, M.D., direktur klinik nyeri panggul di departemen Kesehatan dan Obstetri & Ginekologi Wanita di Montefiore Health System.
 

3. Kamu memiliki kista ovarium atau kista panggul


Beberapa wanita mungkin memiliki kista ovarium. Sebagian besar tidak berbahaya dan hilang tanpa pengobatan setelah beberapa bulan, tetapi beberapa dapat terus tumbuh dan menyebabkan rasa sakit. Namun kista panggul sedikit berbeda.

Menurut Shin, kista panggul dapat berkembang dari pelekatan yang terjadi akibat operasi sebelumnya atau infeksi.
 

4. Memiliki infeksi atau peradangan sebelumnya


Infeksi vagina dari bakteri yang biasanya ditemukan di vagina atau dari penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore, dapat menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba, atau indung telur (penyakit peradangan panggul). 

"Rasa sakit ini cukup konstan tetapi seks dapat memperburuknya karena kamu mengiritasi area yang sudah teriritasi," ujar Shin.

Namun menurut Minkin, itu juga bisa terjadi karena radang panggul jika meninggalkan luka pada jaringan parut panggul.
 

5. Vagina yang kering


Minkin mengatakan pil KB tertentu dapat menyebabkan vagina menjadi kering. Ia mencatat bahwa penggunaan dosis estrogen yang lebih tinggi dapat membantu untuk mengatasinya.

Selain itu, ketika seseorang sudah memasuki masa menopause juga bisa menyebabkan vagina menjadi lebih kering, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit pada panggul setelah melakukan hubungan seks.
(FIR)