FITNESS & HEALTH

Klaster Baru Covid-19 Bermunculan, Kemenkes Khawatir Terjadinya Superspreader

Raka Lestari
Minggu 02 Mei 2021 / 08:00
Jakarta: Selama bulan Ramadan, berbagai klaster baru bermunculan terjadi di Indonesia. Mulai dari klaster perkantoran, buka bersama, tarawih, mudik, dan takziah. 

Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bagi masyarakat untuk bisa lebih waspada lagi terhadap penyebaran covid-19.

“Kita melihat juga dan kita tahu beberapa minggu ini muncul berbagai klaster. Mulai dari klaster perkantoran, bukber, tarawih di Banyumas, mudik di Pati, serta takziah di Semarang,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes pada Konferensi Pers Virtual Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19 pada Jumat, 30 April 2021.

Menurut dr. Nadia, hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan karena kemungkinan bisa terjadinya superspreader pada klaster-klaster tersebut. 

“Jumlah orang positif yang meningkat dikarenakan interaksi yang tidak menjalankan protokol kesehatan menyebabkan munculnya kasus positif di berbagai klaster,” jelasnya.


klaster
(Muncul klaster baru dari bukber saat Ramadan, masyarakat diharapkan tetap melakukan prokes. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


“Ada tiga faktor utama terkait adanya klaster ini. Pertam adalah tentunya kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan. Ini kami sudah sampaikan bahwa klaster di Banyumas, 51 orang positif setelah melaksanakan tarawih,” kata dr. Nadia.

Kejadian di Banyumas tersebut, diawali dari satu jamaah yang sudah positif covid-19 tetapi masih melakukan solat tarawih sehingga menyebabkan orang lain ikut terpapar covid-19. 

“Ini harus jadi perhatian kita bahwa untuk keselamatan bersama, pemerintah sudah memberikan relaksasi untuk melakukan ibadah di bulan Ramadan tetapi kita harus melakukan protokol kesehatan yang ketat,” jelas dr. Nadia.

“Kalau kondisi kesehatan kita sedang kurang baik, sebaiknya tidak atau menunda ibadah sampai sehat. Kedua, masyarakat saat ini banyak yang melakukan buka bersama," ucap dr. Nadia.

"Buka bersama ini bisa dilakukan asal tetap memerhatikan protokol kesehatan. Pada prinsipnya, berbicara saat makan bersama sangat memungkinkan terjadinya penularan covid-19,” tutur dr. Nadia.

Ia menambahkan, “Hal ini tentunya adalah suatu hal yang tidak diinginkan. Dan yang ketiga, klaster-klaster lain termasuk klaster perkantoran, serta tadi klaster takziah ataupun mudik. Atau kemudian melakukan mudik bersama."

"Tentunya kembali saya tekankan untuk harus melakukannya dengan protokol kesehatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup dr. Nadia.
(TIN)