FITNESS & HEALTH

Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Obesitas pada Anak

Kumara Anggita
Rabu 25 November 2020 / 19:05
Jakarta: Para orang tua jangan pernah menyepelekan obestitas pada anak. Sebab anak dengan obesitas, lebih berisiko terkenan berbagai penyakit dan perundungan dari teman-teman di sekitarnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait obesitas pada anak:
 

Apa itu obesitas anak?


Dikutip dari Healthline, anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) pada level yang sama atau lebih tinggi dari 95 persen teman sebayanya dianggap mengalami obesitas. BMI adalah alat yang digunakan untuk menentukan 'status berat badan'. BMI dihitung menggunakan tinggi dan berat badan.
 

Penyebab obesitas anak


Penyebab obesitas anak beragam. Mulai dari riwayat keluarga, faktor psikologis, sampai gaya hidup.

Anak-anak yang orang tuanya atau anggota keluarga lainnya kelebihan berat badan atau obesitas, kemungkinan besar akan obesitas juga. Tetapi penyebab utama obesitas pada masa kanak-kanak adalah kombinasi dari makan terlalu banyak dan terlalu sedikit berolahraga.

- Makanan

Makanan ringan, seperti makan malam beku, camilan asin, dan pasta kalengan, juga dapat berkontribusi pada penambahan berat badan yang tidak sehat. Beberapa anak mengalami obesitas karena orang tuanya tidak tahu cara memilih atau menyiapkan makanan sehat.

- Jarang bergerak

Anak-anak yang tidak didorong untuk aktif, cenderung tidak membakar kalori ekstra melalui olahraga, waktu di taman bermain, atau bentuk aktivitas fisik lainnya. Pastikan anak untuk melakukan aktivitas fisik setiap harinya.

- Masalah psikologis

Masalah psikologis juga dapat menyebabkan obesitas pada beberapa anak. Anak-anak dan remaja yang bosan, stres, atau depresi mungkin makan lebih banyak untuk mengatasi emosi negatif.
 

Penyakit yang muncul karena obesitas


Anak-anak yang mengalami obesitas berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan dibandingkan dengan teman sebayanya yang menjaga berat badan yang sehat. Berikut ini beberapa penyakit yang sering dikaitkan dengan obesitas:

1. Diabetes

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana tubuh tidak memetabolisme glukosa dengan baik. Diabetes dapat menyebabkan penyakit mata, kerusakan saraf, dan disfungsi ginjal.

Anak-anak dan orang dewasa yang kelebihan berat badan lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2. Namun, kondisinya dapat disembuhkan melalui perubahan pola makan dan gaya hidup.

2. Penyakit jantung

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung di masa depan pada anak-anak obesitas. Makanan yang tinggi lemak dan garam dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah. Serangan jantung dan stroke adalah dua komplikasi penyakit jantung yang potensial.

3. Asma

Asma adalah peradangan kronis pada saluran udara paru-paru. Obesitas adalah komorbiditas yang paling umum dengan asma. Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Asthma Research and Practice, sekitar 38% orang dewasa penderita asma di Amerika Serikat juga mengalami obesitas. Studi yang sama menemukan bahwa obesitas dapat menjadi faktor risiko asma yang lebih parah pada beberapa orang, tetapi tidak semua, orang dengan obesitas.
 

Membantu anak dengan masalah obesitas


Masalah obesitas pada anak bisa dibantu dengan perubahan gaya hidup seperti:

1. Tingkatkan aktivitas fisik

Tingkatkan tingkat aktivitas fisik anakmu untuk membantunya menurunkan berat badan dengan aman. Gunakan kata 'aktivitas' daripada 'olahraga' atau 'latihan' agar mereka tetap tertarik.  Pertimbangkan untuk mendorong anak kamu mencoba olahraga yang mereka minati.

2. Lebih banyak aktivitas keluarga

Temukan aktivitas yang dapat dinikmati seluruh keluarga bersama. Ini bukan hanya cara yang bagus untuk menjalin ikatan, tetapi juga membantu anak untuk hidup yang sehat. Mendaki, berenang, atau bahkan bermain tag dapat membantu anak kamu memiliki berat badan yang lebih sehat.

3. Kurangi Waktu Layar

Batasi juga waktu layar. Anak-anak yang menghabiskan beberapa jam sehari menonton televisi, bermain game komputer, menggunakan ponsel atau perangkat lain cenderung mengalami kelebihan berat badan.

Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Harvard School of Public Health, alasannya mungkin ada dua. Pertama, waktu layar memakan waktu yang bisa dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik.

Sementara yang kedua, lebih banyak waktu di depan TV berarti lebih banyak waktu untuk ngemil, dan lebih banyak paparan iklan untuk makanan tinggi gula dan lemak tinggi yang membentuk sebagian besar pemasaran makanan.
(FIR)