FITNESS & HEALTH

4 Tahap Awal Munculnya Pemikiran Radikal

Kumara Anggita
Kamis 01 April 2021 / 16:14
Jakarta: Aksi nekat dilakukan perempuan berinisial ZA, dengan melakukan penyerangan di Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021. Perempuan berusia 25 tahun itu akhirnya tewas usai dilumpuhkan oleh pihak kepolisian.

Perbuatan tersebut termasuk aksi radikalisme, yang merupakan paham atau kepercayaan terhadap sistem yang menentang otoritas. Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib, dari suatu kebijakan atau otoritas, ada konflik di pikiran mereka mulai dari:
 

1. Tidak puas terhadap otoritas yang ada


"Mereka akan berpikir ‘sepertinya kebijakan atau sistem ini gak bener deh’. Mereka mulai ada rasa ketidakpuasan terhadap otoritas,” kata Yulius.
 

2. Merasa tidak diperlakukan dengan adil


“Mereka juga akan berpikir ‘Kayaknya udah mulai ga adil deh’. Mulailah terjadi pemikiran persepsi terhadap ketidakadilan,” jelasnya.
 

3. Menargetkan kelompok


Mereka akan berpikir ‘tampaknya ada kesalahan dari suatu pihak yang menyebabkan sistem ini ga adil buat kami’. Mereka mulai berpikir kalau misalnya sistem yang ada enggak adil, pasti ada orang di baliknya yang menentukan sistem ini dan mereka mulai menyalahkan pihak-pihak tersebut.
 

4. Tumbuhnya kebencian


Dan terakhir mereka akan menganggap kelompok tersebut sebagai sesuatu yang jahat. Setelah meyakini bahwa ada satu pihak yang disalahkan, mulailah menumbuhkan kebencian terhadap pihak-pihak itu dan terjadilah tindak radikalisme ini.
(FIR)