FITNESS & HEALTH

Gangguan Tidur pada Lansia Bisa Sebabkan Stres

Kumara Anggita
Senin 07 Juni 2021 / 12:00
Jakarta: Tidur yang cukup adalah salah satu komponen yang dibutuhkan untuk menjaga mental agar tetap sehat. Namun sayangnya, banyak lansia yang memiliki gangguan tidur.

Menurut Dokter Spesialis Saraf RSUI Dr. Pukovisa Prawiroharjo Sp.S (K), lansia membutuhkan jumlah tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Usia 55-60 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 7-6.5 jam sementara untuk usia 80 tahun membutuhkan setidaknya 6 jam. 

Penurunan waktu tidur tersebut karena ada perubahan pola tidur pada lansia. Ia menjelaskan bahwa pola tidur ini berubah karena penurunan fungsi jam internal dalam tubuh.
 

Gangguan tidur pada lansia


Menurutnya, gangguan tidur terjadi karena lansia tidak puas dalam hal kuantitas dan kualitas tidur. Ini ditandai dengan beberapa hal seperti kesulitan memulai tidur, tetap tertidur, dan terbangun lebih pagi.

Jika ini sering terjadi, lansia bisa mengalami stres yang tidak baik untuk kesehatan mentalnya. Tak hanya itu, kurang tidur juga memengaruhi kesehatan lansia secara keseluruhan.

“Hal-hal ini menyebabkan stres dan gangguan termasuk kesehatan otak dan kesehatan lainnya. Kalau itu terjadi minimal 3 kali seminggu selama 3 bulan (tidur yang tidak bagus) maka ini sudah menjadi problem yang harus ditinjau,” jelasnya dalam seminar awam 'Bicara Sehat RSUI Ke-40: Tidur Nyenyak Lansia Sehat di Era Pandemi.'

“Masalah pada lanjut usia perlu ditinjau lebih lanjut karena dapat memengaruhi kesehatan keseluruhan pada lansia,” tutupnya.
(TIN)