FITNESS & HEALTH

Pandemi Berkepanjangan, Apakah Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak?

Raka Lestari
Sabtu 24 Juli 2021 / 10:18
Jakarta: Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi aspek yang juga terpengaruh dari adanya pandemi covid-19. Padahal, pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya merupakan pondasi penting untuk menentukan bagaimana anak tersebut akan tumbuh di masa depan.

“Pandemi yang berkepanjangan ini tentu berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Dari awal kami sudah melakukan antisipasi dengan melakukan webinar secara terus-menerus,” ujar dr. Erna Mulati, MSc. CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dalam acara Temu Media Hari Anak Nasional Tahun 2021.

Selain webinar, dr. Erna juga menyebutkan pihaknya melakukan peningkatan terhadap peran dari Puskesmas dan juga peran dari masyarakat agar pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak tetap dilakukan. Apalagi pada masa-masa awal pandemi covid-19 dan saat PPKM Darurat seperti sekarang, pelayanan Posyandu ditiadakan untuk sementara.

“Jadi kita mengajarkan kepada orang tua untuk menggunakan buku KIA dengan baik. Kita juga ada video tutorialnya juga, kemudian ada beberapa webinar yang kita masukkan baik dalam website maupun dalam Instagram Kemenkes dan juga dalam YouTube,” tutur dr. Erna.

Lebih lanjut dr. Erna menambahkan, mungkin dampak yang akan keliatan paling nyata adalah terkait hubungan sosialisasi. Sebab terjadi pembatasan sosialisasi antara anak dengan teman sebaya, maupun dengan orang di luar anggota keluarganya.

“Saya sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, walaupun banyak yang dilakukan oleh pihak-pihak swasta. Sekolah-sekolah secara online sekarang ada banyak sekali, tapi memang itu jauh lebih baik sih walaupun kita harus berbayar ya. Ini adalah salah satu bentuk bagaimana sosialisasi pada anak itu bisa tetap terjalin,” kata dr. Erna.

Dan menurut dr. Erna, yang paling penting adalah bagaimana caranya agar jangan sampai terjadi jarak sosial pada anak. Bagaimana setiap anggota keluarga itu melakukan komunikasi dengan saudara, dengan kerabat, dengan teman mungkin yang terdekat yang mempunyai umur yang sama untuk selalu melakukan video call.

"Sehingga hubungan personal anak dengan yang lain itu bisa terjaga,” tutupnya.
(FIR)