FITNESS & HEALTH

Pilihan Tepat Pengganti Susu Sapi, Ini Manfaat Kesehatan dari Santan

Raka Lestari
Jumat 17 September 2021 / 09:11
Jakarta: Santan adalah zat putih seperti susu yang diekstrak dari daging buah kelapa tua dan antan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Selain itu, banyak orang juga memilih santan sebagai pengganti susu sapi karena manfaatnya untuk kesehatan.

Apa saja sebenarnya manfaat santan kelapa untuk kesehatan? Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah manfaat lengkap dari santan kelapa:
 

1. Menurunkan berat badan


Santan mengandung trigliserida rantai menengah (MCT), yang oleh para peneliti dikaitkan dengan penurunan berat badan. MCT merangsang energi melalui proses yang disebut thermogenesis, atau produksi panas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MCT bekerja untuk mengurangi berat badan dan ukuran pinggang. MCT juga dapat menyeimbangkan mikrobiota usus yang tidak stabil.

Sebuah studi pada 2015 pada pria yang kelebihan berat badan menemukan bahwa, mengonsumsi MCT saat sarapan menyebabkan berkurangnya asupan makanan di waktu makan selanjutnya.
 

2. Kesehatan jantung


Beberapa orang mungkin tidak menganggap santan untuk menyehatkan jantung, karena kandungan lemaknya yang tinggi. Namun, sumber lemak jenuh yang berbeda dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Selain itu, genetika berperan dalam menentukan bagaimana seseorang memetabolisme lemak jenuh dan sejauh mana lemak ini berdampak pada kesehatan.

Satu studi menemukan bahwa minyak kelapa tidak secara signifikan meningkatkan kadar "kolesterol jahat," atau LDL. Tetapi meningkatkan kadar "kolesterol baik," atau kolesterol HDL. Meskipun santan mungkin tidak meningkatkan kadar kolesterol LDL, produk berbasis kelapa tinggi lemak dan kalori. Orang hanya boleh mengonsumsinya dalam jumlah sedang.
 

3. Meningkatkan sistem imun


Kelapa mengandung lipid yang disebut asam laurat, dan banyak peneliti percaya bahwa asam laurat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Beberapa temuan menunjukkan bahwa asam laurat memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi.

Peneliti lain menemukan bahwa asam laurat memicu apoptosis, kematian sel pada sel kanker payudara dan endometrium. Temuan menunjukkan bahwa asam ini menghambat pertumbuhan sel kanker dengan merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel.
(FIR)