FITNESS & HEALTH

Normalkah Berdarah Usai Berhubungan Seks?

Anda Nurlaila
Selasa 14 Januari 2020 / 19:34

Jakarta: Setelah berhubungan seks, sebagian perempuan mungkin mengalami perdarahan atau keluar bercak dari area genital. Tapi bagaimana cara mendeteksi kalau perdarahan tersebut normal, atau malah menyiratkan kondisi lebih serius?
 
Seperti dimuat Mayo Clinic, perdarahan setelah hubungan seksual wajar terjadi. Meski disebut perdarahan vagina, sebagian besar perdarahan ringan pada perempuan berasal dari serviks. Namun bagian lain dari genital dan sistem kemih dapat terkait dengan keluarnya darah usai hubungan intim.

Penyebab

Ada beberapa kemungkinan kamu mengalami perdarahan vagina setelah berhubungan intim dengan suami. Beberapa di antaranya:

- Kanker serviks

- Ectropion serviks, suatu kondisi di mana lapisan dalam serviks menjulur melalui pembukaan serviks dan tumbuh pada bagian vagina serviks

- Polip serviks yakni pertumbuhan tumor jinan di serviks

- Servisitis
 
- Kanker endometrium (kanker rahim)

embed

(Mayo Clinic menerangkan perdarahan setelah hubungan seksual wajar terjadi. Meski disebut perdarahan vagina, sebagian besar perdarahan ringan pada perempuan berasal dari serviks. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
- Gesekan saat berhubungan seksual
 
- Luka genital yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti herpes genital atau sifilis
 
- Pelumasan atau foreplay yang tidak memadai
 
- Cedera pada lapisan rahim (endometrium) selama hubungan seksual, terutama pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral
 
- Penyakit radang panggul (PID)
 
- Trauma karena pelecehan seksual
 
- Atrofi vagina (sindrom menopause genitourinari)
 
- Kanker vagina
 
- Kekeringan vagina
 
- Vaginitis

Kapan harus konsultasi ke dokter

Jika kamu premenopause dan memiliki episode perdarahan vagina jarang terjadi setelah berhubungan seks, hasil Papsmear tes dan skrining infeksi penyakit seksual normal, tidak perlu khawatir. Kamu tidak perlu pergi ke dokter.
 
Untuk perdarahan vagina yang mengkhawatirkan, buat janji dengan dokter. Jika kamu berisiko atau merasa telah terpapar infeksi menular seksual, temui dokter kamu untuk evaluasi.
 
Pada perempuan pascamenopause, perdarahan vagina setiap saat harus dievaluasi. Temui dokter untuk memastikan bahwa penyebab perdarahan vagina kamu bukanlah sesuatu yang serius.


(TIN)