FITNESS & HEALTH

Tips Mengurangi Risiko Kerusakan Paru bagi Penyintas Covid-19

Raka Lestari
Jumat 18 Maret 2022 / 10:23
Jakarta: Beberapa penyintas covid-19 mengungkapkan adanya gangguan pada paru-paru mereka setelah sembuh dari infeksi covid-19. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian mengingat paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh.

Akan tetapi, memang tidak semua orang mengalami gangguan pada paru-paru mereka setelah sembuh dari covid-19.  

Menurut dr. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR yang merupakan dokter spesialis paru dan pernapasan yang berpraktik di RS Pondok Indah, ada tips mengenai beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan paru-paru.
 

1. Terapkan 5 M


"Pertama, hindari kemungkinan terpapar virus dengan menerapkan 5M, yakni menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Apalagi jika memiliki penyakit komorbid,” ungkap dr. Amira dalam keterangan tertulisnya.

Seseorang dengan komorbid sebaiknya sebisa mungkin mengelola dengan baik masalah kesehatannya. Jaga kadar gula darah agar tetap terkontrol, rutin meminum obat apabila ada masalah jantung, dan lain sebagainya.
 

2. Gaya hidup sehat


Kemudian menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan tepat dan konsumsi air yang cukup. Tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh dan imunitas secara keseluruhan.

"Hidrasi yang tepat dapat mempertahankan volume darah dan selaput lendir yang sehat dalam sistem pernapasan,” kata dr. Amira.

Hal ini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan kerusakan jaringan dengan lebih baik. Selain itu, hindari merokok, rokok elektrik, atau paparan terhadap asap rokok dan polusi udara.
 

3. Vaksinasi covid-19


Jangan lupa untuk melakukan vaksinasi covid-19, dan lengkapi hingga booster untuk semakin memperkuat imunitas.

“Covid-19 lebih banyak menyebabkan kelainan di paru. Bahkan, gejala yang dirasakan dapat menetap pada masa post covid-19. Virus penyebab covid-19 juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain yaitu jantung, ginjal, sistem saraf, dan kelainan pada darah. Pemulihannya bisa jadi tidak sebentar,” tutur dr. Amira.
 

4. Konsultasi ke dokter


Konsultasi setelah terinfeksi covid-19 sangat diperlukan. Terutama pada pasien-pasien yang memiliki komorbid, agar para penyintas covid-19 dapat kembali pulih sepenuhnya dan melakukan aktivitasnya kembali seperti semula.
(FIR)