FITNESS & HEALTH

Diabetes Ada Jenis Kering dan Basah, Mitos atau Fakta?

Kumara Anggita
Rabu 28 April 2021 / 12:04
Jakarta: Diabetes adalah penyakit yang populer di Indonesia. Mengutip dari Siloam Hospitals, Indonesia menempati urutan keenam dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, yakni 10,3 juta pasien pada 2017. Kondisi ini diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pasien pada 2045.

Saking populernya, membuat informasi terkait diabetes jadi beragam. Mitos dan fakta pun jadi sulit untuk dipisahkan.

Salah satu anggapan yang sering sekali muncul hingga saat ini adalah tentang jenis diabetes. Banyak yang menyebutkan bahwa diabetes itu terdiri dari dua jenis yaitu diabetes basah dan diabetes kering.

Dr. Suharko Soebardi, SpPD - KEMD, Internist JEC Eye Hospitals and Clinics menegaskan bahwa dua jenis diabetes ini adalah mitos. Jadi jangan sampai kamu menyebutkannya lagi ke orang lain di sekitarmu.

“Diabetes tidak ada jenis kering dan basah,” ujar Dr. Suharko dalam Virtual JEC Eye Talks: Pengaruh Puasa pada Kesehatan Mata dan Pengidap Diabetes.

Mengutip dari Hello Sehat, diabetes umumnya dibagi menjadi empat jenis antara lain:
 

1. Diabetes tipe 1


Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi dan ditemukan pada anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meski bisa terjadi pada usia berapa pun.
 

2. Diabetes tipe 2


Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa saja pada semua kalangan usia. Namun, diabetes tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia, karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.
 

3. Diabetes tipe 3


Diabetes tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya suplai insulin ke dalam otak. Minimnya kadar insulin dalam otak dapat menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
 

4. Diabetes gestasional


Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil, walau tidak memiliki riwayat diabetes.

Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus. Bila sudah didiagnosis terkena diabetes, Dr. Suharko mengatakan bahwa kamu perlu untuk mengatur makan dan nutrisi, berolahraga, dan kalau diperlukan mengonsumsi obat tablet atau insulin.
(FIR)