FITNESS & HEALTH

Studi: Vegan Memiliki Risiko Lebih Tinggi Mengalami Patah Tulang

Kumara Anggita
Senin 23 November 2020 / 17:05
Jakarta: Menjadi vegan itu ada pro dan kontranya. Salah satu hal kontra yang perlu kamu pertimbangkan adalah, risiko mengalami patah tulang.

Dikutip dari Insider, penelitian menemukan bahwa vegan memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang jika mereka mengurangi kalsium, protein, dan B12. Mereka memiliki risiko patah tulang hingga 43% lebih tinggi dibadningkan orang yang non-vegan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di BMC Medicine, risiko ini bisa diturunkan dengan melakukan upaya untuk memasukkan makanan kaya protein dan kalsium di piring mereka. Namun, bahkan setelah menyesuaikan asupan protein dan kalsium, vegan masih memiliki risiko patah tulang yang jauh lebih tinggi, daripada orang yang mengonsumsi susu dan atau daging. Hal ini memungkinkan mereka defisit vitamin B12 dan vitamin D.
 

Asupan kalsium dan protein menjadi penyebabnya


Para peneliti dari Universitas Oxford dan Bristol menganalisis data dari 54.898 pria dan perempuan dari Inggris selama rata-rata 18 tahun. Mereka menemukan bahwa patah tulang terjadi karena berbagai penyebab termasuk kecelakaan. Akan tetapi, mereka percaya konsumsi protein dan kalsium adalah komponen kunci.

Secara keseluruhan, peserta yang tidak makan daging merah, umumnya memiliki risiko patah tulang pinggul yang lebih tinggi daripada mereka yang masih makan daging.

Selain itu, vegan dalam penelitian ini cenderung memiliki tingkat asupan nutrisi yang lebih rendah. Cukup masuk akal, mengingat daging, telur, dan ikan merupakan sumber protein yang kaya, dan susu merupakan sumber kalsium yang penting.

Vegan juga cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah, juga merupakan faktor risiko patah tulang.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa BMI yang rendah dikaitkan dengan risiko patah tulang pinggul yang lebih tinggi, dan asupan kalsium dan protein yang rendah telah dikaitkan dengan kesehatan tulang yang lebih buruk," ujar Dr. Tammy Tong, penulis utama studi dan ahli epidemiologi nutrisi di University of Oxford.
 

Diet vegan tetap bisa menyehatkan


Pola makan vegan yang seimbang bisa mencakup kacang-kacangan, quinoa, oat, dan kedelai untuk protein. Untuk kalsium, sayuran hijau tua dan biji chia adalah sumber nabati yang baik. Kamu juga boleh menambahkan vitamin D untuk ini.

Ada banyak bukti bahwa menjadi vegan juga memiliki manfaat kesehatan. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan pola makan nabati dengan menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan lebih sedikit kemungkinan terkena diabetes dan  atau obesitas.

Oleh karena itu, penting untuk mengambil studi yang lebih dalam agar mempertimbangkan diet apa yang terbaik untuk kebutuhan kesehatan unik setiap orang.

"Individu harus memperhitungkan manfaat dan risiko diet mereka, dan memastikan bahwa mereka memiliki tingkat kalsium dan protein yang memadai dan juga menjaga BMI yang sehat, baik di bawah maupun di luar kelebihan berat badan," kata Tong.
(FIR)