FITNESS & HEALTH

Bagi Pasien Kanker, Tidak Perlu Stres dalam Memilih Makanan

Raka Lestari
Sabtu 20 Februari 2021 / 16:50
Jakarta: Salah satu efek dari kanker yang hampir dirasakan oleh semua pasien kanker adalah stres. Stres sangat berkorelasi dengan nafsu makan dan imunitas tubuh, dalam meningkatkan daya tahan tubuh, nutrisi sangatlah berperan.

Ditambah dengan kondisi saat ini kita tengah menghadapi pandemi covid-19, setiap pasien kanker harus mengetahui kondisi tubuhnya dan fokus pada kebutuhan gizinya masing-masing. Energi harus cukup yang dapat diperoleh dari makanan sumber karbohidrat, lemak, dan protein.

“Untuk memilih sumber karbohidrat pilihlah karbohidrat kompleks yang memiliki kandungan vitamin B dan serat yang lebih banyak dibandingkan karbohidrat sederhana. Sumber protein dapat diperoleh dari sumber hewani yang mengandung asam amino esensial yang lebih baik, dan nabati yang mengandung lemak yang lebih baik,” ujar dr. Wahyu Ika Wardhani, M.Biomed, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik RSUI.

Sumber lemak yang mengandung omega 3 sangat baik untuk pasien kanker yang dapat ditemukan pada ikan. Pemerintah sebenarnya juga ikut mengampanyekan untuk rajin makan ikan, yaitu program GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan).

Tidak hanya itu, buah dan sayur juga sangat penting karena mengandung antioksidan, berbagai vitamin dan juga mineral. Terkait vitamin D, selain dari makanan, dapat juga diperoleh dari sinar matahari dengan cara berjemur, dan dilengkapi dengan aktivitas fisik.

“Jangan terlalu fokus pada pantangan, alih-alih memikirkan pantangan, sebaiknya kita lebih baik fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi bagi tubuh. Jika asupan kurang, tubuh akan mudah kelelahan dan dapat terjadi degradasi protein dalam tubuh,” ujar dr. Ika.

Untuk mengetahui kondisi tubuh dan jumlah kebutuhan gizi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi, karena kebutuhan gizi tiap orang berbeda-beda tergantung dari status gizinya saat ini maupun kondisi klinisnya. Selain itu, terdapat juga kondisi khusus yang penting untuk dinilai dokter, seperti sedang menjalani kemoterapi dan radioterapi.

“Terapi ini seringkali berpengaruh terhadap nafsu makan pasien, misalnya menjadi lebih mual tiap melihat makanan. Jika memang pasien tidak mampu mengonsumsi makanan padat, bisa diberikan alternatif makanan dengan tekstur yang lebih halus atau berbentuk cair, tergantung dari kondisi tubuh pasien” jelasnya.

Selain dari zat-zat gizi, kebersihan makanan, penyimpanan dan pengolahannya juga penting untuk diperhatikan bagi pasien kanker dan keluarga. Pastikan suhu penyimpanan bahan makanan sesuai dengan jenis bahannya. Hindari makanan berpengawet kimia.

Bila diawetkan dengan vakum atau dibuat menjadi frozen, masih bisa walaupun kesegaran makanan masih menjadi pilihan yang lebih baik. Terkait dengan penggunaan frozen food, yang penting adalah kita mengetahui darimana asal dan cara pengolahannya.

“Bila memang harus mengonsumsi makanan frozen misalnya untuk alasan kepraktisan, maka freezer juga harus rajin dibersihkan dan dipastikan tidak terdapat bunga es. Setelah dikeluarkan dari freezer, daging harus segera diolah dengan melalui proses thawing terlebih dahulu” tutup dr. Ika.
(FIR)