FITNESS & HEALTH

Tak Bisa Berhenti Makan? Mungkin Kamu Mengalami Lemak Perut Hormonal

Sandra Odilifia
Selasa 23 Februari 2021 / 12:08
Jakarta: Bagi sebagian orang menurunkan berat badan tidaklah mudah. Apalagi menghilangkan lemak perut! Jika kamu juga mengalami, tak perlu khawatir karena kamu tidak sendirian.

Mungkin kamu telah mencoba berbagai cara, mulai dari diet mewah hingga olahraga ketat, tetapi bagaimana jika kamu masih belum bisa menurunkan berat badan, terutama lemak perut? Rupanya hormon bisa menjadi penyebabnya lho!

Melansir E Times, hormon mengatur berbagai fungsi tubuh termasuk metabolisme, stres, rasa lapar, dan bahkan dorongan seks.

Jika hormon kamu rusak, itu dapat menyebabkan kekurangan hormon tertentu, yang dapat menyebabkan lemak perut. Lemak perut yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon disebut perut hormonal.

Tak salah, ada beberapa kondisi hormonal yang bisa memicu terjadinya perut buncit. Ini termasuk PCOS tiroid yang kurang aktif dan bahkan menopause.

Ketidakseimbangan hormon juga bisa disebabkan oleh obesitas, lingkungan, stres berlebihan, dan bahkan beberapa jenis obat. Nah, berikut adalah empat tanda yang menunjukkan kamu mengalami perut hormonal:
 

1. Tidak merasa kenyang setelah makan


Apakah kamu merasa tidak kenyang setelah makan makanan lengkap? Jika ini terjadi pada kamu, itu berarti hormon seks kamu secara tidak langsung memengaruhi hormon yang mengatur metabolisme kamu.

Kadar estrogen yang rendah dalam tubuh bisa membuatmu merasa lapar setelah makan. Estrogen memengaruhi leptin, dan semakin banyak leptin yang kamu miliki, semakin bermasalah tubuhmu.

Jika kadar testosteron kamu naik, maka leptin menurun. Dan leptin membantu mengatur berat badan serta memiliki pengaruh besar pada keseimbangan energi.
 

2. Merasa stres


Saat kamu stres, kelenjar adrenal kamu melepaskan kortisol yang membantu tubuh merespons dengan tepat. Ketika kamu stres sepanjang waktu, kelenjar adrenal kamu mulai memproduksi lebih banyak kortisol daripada yang dibutuhkan tubuh.

Nah, kondisi kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, gula darah dan lemak perut.
 

3. Menambah berat badan hanya di perut


Menopause bisa menjadi masalah dan mengubah tubuhmu dengan lebih dari satu cara. Ketika estrogen turun, ada kemungkinan besar berat badanmu bertambah, terutama lemak perut dibandingkan dengan paha, pinggul, dan bokong.
 

4. Mendambakan permen sepanjang waktu


Jika kamu selalu mengidam gula, ada kemungkinan besar tubuh kamu berjuang melawan resistensi insulin. Jika terjadi resistensi insulin, tubuh kamu tidak dapat menyerap gula dari aliran darah, yang membuat sel kamu kekurangan karbohidrat.

Ini dapat berdampak negatif pada kadar leptin. Dengan penurunan sensitivitas terhadap leptin dan insulin, kamu akan terus makan yang manis-manis dan tidak tahu kapan harus berhenti, yang tentunya menyebabkan lemak perut hormonal.
(FIR)