FITNESS & HEALTH

Waspada! Ini 5 Penyakit yang Kerap Muncul saat Musim Hujan

Muhammad Syahrul Ramadhan
Selasa 14 September 2021 / 14:58
Jakarta: Saat musim hujan tiba penting untuk menjaga badan kondisi tubuh tetap sehat dan bugar. Musababnya, musim hujan rawan penyakit karena virus dan mikroba lebih mudah berkembang biak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Oktober-November 2021. Sedangkan puncaknya terjadi pada Januari-Februari 2022.

Ini tentu mesti menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyeberan penyakit. Lalu apa saja yang muncul saat musim hujan? Berikut lima penyakit yang muncul saat musim penghujan yang mesti diwaspadai.

1. Demam berdarah dengue (DBD)

Saat musim hujan, demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sering terjadi. Hal ini karena jenis nyamuk ini berkembang mudah saat musim hujan.

2. Diare

Diare merupakan penyakit berkaitan dengan kebersihan individu. Penyakit ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Di musim hujan penyakit ini sering muncul ketika suatu wilayah terkena banjir. Di mana saat banjir sumber air jadi tercemar. Sebagian besar kasus diare bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

3. Selesma

Saat musim hujan, penyakit yang juga biasa muncul adalah salesma atau pilek.
Selesma disebabkan oleh rhinovirus dengan gejala demam ringan, hidung beringus, dan bersin-bersin. Bisa juga disertai nyeri kepala dan batuk.

Infeksi rhinovirus dapat terjadi sepanjang tahun, namun kejadian paling tingg salah satunya di musim hujan.
 

4. Flu

Berikutnya ada flu, penyakit ini disebabkan oleh virus influenza dan dapat menyebar melalui dahak, ingus, atau air liur yang dikeluarkan saat penderita flu batuk atau bersin.

Seseorang yang terkena flu biasanya akan menunjukkan beberapa gejala, seperti demam, batuk, pegal-pegal, dan sakit tenggorokan.

5. Demam tifoid

Penyakit berikutnya ada demam tifoid. Penyakit yang satu ini  disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Bakteri ini berasal dari feses penderita sebelumnya. Karena itu, kebersihan pengolahan makanan menjadi cara utama untuk memutus rantai penularan demam tifoid.

Penyakit ini memiliki gejala demam tidak terlalu tinggi, nyeri perut, diare, atau konstipasi. Dalam kondisi yang sangat berat, demam tifoid bisa melibatkan gangguan berbagai organ hingga menyebabkan kematian.
(RUL)