FITNESS & HEALTH

Ketahui Tipe Kanker Paru NSCLC Serta Perawatannya

Raka Lestari
Sabtu 27 November 2021 / 09:22
Jakarta: Salah satu tipe kanker paru yang mungkin belum banyak diketahui adalah tipe kanker paru Sel Bukan Kecil (non small cell lung cancer atau NSCLC). Sampai saat ini, kanker paru menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu di dunia.

"Gejala pada kanker paru NSCLC maupun jenis kanker paru lainnya seringkali tidak tampak pada stadium awal. Sebab, seringkali kanker paru memiliki gejala yang serupa dengan penyakit umum lainnya seperti TBC atau sebagai dampak dari kebiasaan merokok jangka panjang," ujar Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM,spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik, dalam acara Webinar Yayasan Kanker Indonesia.

Karena kebanyakan pasien datang dengan kanker paru pada stadium lanjut, perlu diketahui faktor risiko kanker paru. Merokok merupakan faktor risiko pertama kanker paru bersanding dengan jumlah rokok dan berapa lama kebiasan itu dilakukan.

Perokok pasif termasuk yang terkena risiko. Paparan karsinogen atau zat kimia penyebab kanker seperti radon, asbestos, residu gas batu bara, arsenik, juga merupakan faktor risiko kanker paru. Selain itu, kanker paru juga lebih banyak ditemukan pada mereka yang di atas usia 40 tahun.  

“Bagi mereka di atas usia 55 tahun yang sering terpapar dengan faktor risiko tersebut, deteksi dini kanker paru dapat dilakukan dengan skrining tahunan melalui tes pencitraan. Jika diduga terdapat kanker paru, akan dilakukan scan CT, PET atau MRI. Kemudian pengujian lendir, dan pengujian yang lebih lanjut lainnya,” jelas Dr. Ralph.

Terdapat opsi perawatan untuk NSCLS berdasarkan tingkat stadium kanker paru, kesehatan pasien secara umum, fungsi paru dan juga jenis kanker yang ada. Bagi perokok, harus segera berhenti dan biasanya akan menunjukkan hasil yang lebih baik.

- Pada stadium II, kelenjar getah bening yang terdapat kanker dan kanker yang ada diangkat, kemudian diikuti dengan kemoterapi, dan kemungkinan dengan imunoterapi.  Opsi lainnya juga dilakukan radiasi.

- Pada stadium IIIA, NSCLC telah berukuran lebih dari 7 cm atau telah mengena jaringan getah bening di antara dua organ paru, maka terapi dilakukan dengan radiasi, kemoterapi, dan atau pembedahan bergantung pada ukuran tumor, lokasi di paru, kesehatan pasien, serta daya tahan pasien.

- Pada stadium IIIB, NSCLC telah menyebar ke kelenjar getah bening pada paru lainnya atau pada leher maupun struktur lainnya di dada. Kanker ini tidak dapat diangkat hanya dengan pembedahan, namun dengan kemoradiasi. Imunoterapi diberikan jika kanker dapat terkendali setelah 2 kali kemoradiasi. Pasien yang kurang sehat hanya diberikan radiasi saja atau kemoterapi saja.

- Pada stadium IV, kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain dan menjadi sulit untuk disembuhkan. Terapi paliatif diberikan dengan fokus pada pengurangan rasa nyeri seperti dengan terapi fotodinamik (PDT) atau terapi laser. Namun jika kondisi pasien kuat, pengobatan atau perawatan dengan pembedahan, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, maupun radiasi.
(FIR)