FITNESS & HEALTH

Cara untuk Memulihkan Mental Orang yang Mengalami Pelecehan Seksual

Kumara Anggita
Senin 21 Juni 2021 / 08:20
Jakarta: Mengalami perlecehan seksual bisa memberikan luka yang mendalam terhadap korban. Pengalaman pahit itu bisa menghantui kehidupan sehari-hari mereka.

Kira-kira adakah cara untuk memulihkan mental orang yang pernah mengalami pelecehan seksual? Ini jawabannya dari Yayasan Pulih yang merupakan expert impact partner The Body Ship Indonesia dalam kampanye No Go Tell saat dihubungi Gaya Medcom.id.
 

1. Siapkah bercerita?


Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan diri sudah siap atau belum untuk bercerita. Mengeluarkan isi hati ke orang yang tepat bisa membantu proses penyembuhan.

“Sebagai korban, bila merasa sudah siap bercerita, maka berceritalah pada orang yang dipercaya, dan dapat meminta saran atas rencana yang akan dilakukan,” demikian penjelasan Yayasan Pulih saat dihubungi Gaya.id.
 

2. Berkonsultasi ke profesional


Profesional bisa membantu mengarahkan korban untuk memaparkan luka yang dialami tanpa memperburuk keadaan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi.

Hal lainnya, korban juga dapat mengakses layanan professional. Misalnya konsultasi ke psikolog untuk membantu proses pemulihan dari trauma.
 

3. Tanda sudah healing dari pelecehan


Menurut Yayasan Pulih, pemulihan dari setiap korban berbeda-beda. Bahkan ketika orang sudah berani bercerita tentang pengalamannya, belum berarti mereka sudah pulih.

Korban yang berani speak up tidak dapat dijadikan tolak ukur ia telah pulih, mengingat trauma akibat kekerasan seksual tidak seperti luka fisik yang dapat sembuh secara tuntas. Sebab trauma akibat kekerasan seksual masih berpotensi terpicu kembali oleh suatu hal.

Karena itu peran orang di sekitar begitu besar. Bantu korban untuk healing dengan mendengarkan cerita mereka, tidak menghakimi dan menyalahkan situasi korban dan korban dan masih banyak lagi.

Maka dari itu peran orang-orang terdekat dan lingkungan di sekitar korban sangatlah penting dalam memberi dukungan dan membantunya secara berangsur-angsur bangkit. Pada akhirnya mereka dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala, dan speak up.
(FIR)