FITNESS & HEALTH

Ini Pengobatan Talasemia, Penyakit Kelainan Darah yang Diturunkan

Kumara Anggita
Sabtu 05 Juni 2021 / 16:10
Jakarta: Pernahkah kamu mendengar tentang Talasemia? Ini merupakan salah satu penyakit yang cukup langka dan sifatnya diturunkan ke anak.

Menurut Ruswandi, Ketua Perhimpunan Orangtua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) dan Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI), data YTI-POPTI menunjukkan bahwa saat ini terdapat 10.647 penyandang Talasemia yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu menurut dr. Bambang Sudarmanto, Sp.A(K), MARS, Dokter spesialis Anak Konsultan Hematologi RS. Kariadi Semarang, Talasemia adalah kelainan pada darah yang diturunkan. Penyebabnya, tidak terbentuknya atau berkurangnya salah satu rantai globin, baik itu alfa ataupun beta yang merupakan komponen dari hemoglobin.

Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah. Jika ada gangguan pada hemoglobin, maka sel darah merah dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik dan masa hidupnya juga lebih pendek.

Anak yang menderita penyakit Talasemia akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin (Hb) yang disebut anemia. Sehingga menyebabkan tubuh terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan yang lain akan kekurangan oksigen (hipoksia). Sebab hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen yang dihirup ketika kita bernapas. Akibatnya, tumbuh kembang anak akan terganggu.
 

Pengobatan Talasemia


Pengobatannya pun khusus, ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:
 

1. Transfusi darah merah


Dr. Bambang menjelaskan bahwa saat ini pengobatan Talasemia dapat dilakukan dengan transfusi darah merah. Pemberian transfusi darah diberikan pada anak dengan kadar Hemoglobin kurang dari 7 gr/dL pada awal diagnosis, dan harus rutin dilakukan dengan rentang waktu 2-4 minggu.
 

2. Pengobatan kelasi besi


“Setiap kantong transfusi darah mengandung 200 -250 mg zat besi zat yang menumpuk di dalam jaringan tubuh. Pada umumnya setelah 20 kali transfusi darah, anak akan mengalami kelebihan zat besi (iron overload),” ungkap dr. Bambang dalam Virtual Media Briefing dengan Tema Hidup Berdamai dengan Talasemia oleh Kalbe.

Zat besi yang berlebih ini akan tertimbun di organ-organ penting tubuh di antaranya adalah otak, pankreas, jantung, hati, ginjal serta organ penting lainnya yang dapat mengakibatkan gagal jantung, sirosis hepatis (kerusakan sel hati), diabetes melitus, kelainan ginjal dan kematian.

Oleh karena itu kelebihan zat besi ini harus dikeluarkan dari tubuh dengan memberikan pengobatan kelasi besi. Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan kelasi besi ini. Dibutuhkan edukasi yang terus menerus tentang dampak yang ditimbulkan bila tidak patuh mengkonsumsi kelasi besi.


Vitamin berperan penting


"Di samping itu penyandang juga dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung nutrient dan vitamin (asam folat, vitamin E, vitamin C),” jelasnya.
 

Screening


Dalam presentasinya, dr. Bambang juga menekankan untuk melakukan Screening Talasemia guna mendapatkan data awal yang idealnya dilakukan sebelum menikah. Dari hasil screening tersebut akan dilakukan konseling genetik yang lebih mendalam.
(FIR)