FITNESS & HEALTH

Beberapa Gejala Serangan Jantung, Selain Rasa Nyeri di Dada

Raka Lestari
Jumat 12 November 2021 / 16:55
Jakarta: Selama serangan jantung, suplai darah yang biasanya memberi makan jantung dengan oksigen terputus, dan otot jantung mulai mati. Beberapa orang yang mengalami serangan jantung memiliki tanda-tanda peringatan sebelumnya, seperti nyeri dada. Sementara yang lain tidak menunjukkan tanda-tanda.

Dilansir dari Healthline, gejala umum pada serangan jantung meliputi:

- Nyeri atau tidak nyaman di dada
- Sesak napas
- Nyeri di lengan, bahu, atau leher
- Mual
- Berkeringat
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Kelelahan
- Nyeri tubuh bagian atas
- Kesulitan bernapas

Seseorang mungkin mengalami campuran gejala serangan jantung tanpa memandang jenis kelamin. Namun, ternyata ada perbedaan spesifik gejala serangan jantung pada jenis kelamin.

Sebuah studi pada 2019 menemukan bahwa wanita cenderung mengalami gejala serangan jantung yang khas, seperti nyeri dada dan sesak napas. Sedangkan pria lebih mungkin mengalami serangan jantung akibat pecahnya plak, dan wanita cenderung lebih berisiko terkena penyakit arteri koroner non-obstruktif.

Tingkat estrogen yang lebih tinggi juga dapat mengurangi risiko seseorang terkena serangan jantung. Akibatnya, wanita memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung setelah menopause daripada sebelumnya.
 

Faktor risiko


Beberapa faktor dapat menempatkan seseorang pada risiko serangan jantung. Beberapa faktor yang tidak dapat diubah adalah usia dan riwayat keluarga. Namun, kamu dapat membuat perubahan terkait dengan faktor yang dapat dimodifikasi.

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang dapat diubah di antaranya:

- Kebiasaan merokok
- Kolesterol Tinggi
- Obesitas
- Kurang olahraga
- Makan makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Stres
- Diabetes atau pradiabetes
- Sleep apnea

Pada seseorang yang berusia lebih dari 65 tahun, risiko terkena serangan jantung lebih besar daripada orang yang berusia di bawah 65 tahun. Menurut National Institute on Aging, jika seseorang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, atau diabetes, mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.
(FIR)