FITNESS & HEALTH

Wow, 5 Tipe Otak Berbeda yang Berbicara Tentang Kamu

Mia Vale
Selasa 21 September 2021 / 18:39
Jakarta: Pernahkah kamu begitu khawatir? Atau mengapa tiba-tiba kamu menjadi emosional? Bahkan kamu merasa, semua hal ada di dalam kepala? Ya, semua itu ada di dalam otak kamu. 

Dan berdasarkan penelitian yang telah dilansir dari Mindbodygreen, ada lima jenis otak utama yang memengaruhi siapa kamu, bagaimana kamu berperilaku, dan bagaimana kamu berhubungan dengan orang lain. 
 

Tipe 1: Otak yang seimbang 


Menunjukkan aliran darah yang simetris dan penuh di sebagian besar area. Ini salah satu tipe otak paling umum. Orang yag memiliki otak tipe satu cenderung fokus, fleksibel, dan stabil secara emosional. 

Secara umum, tipe ini tidak terlalu mengambil risiko dan lebih suka mengikuti aturan, serta bisa mengatasi pasang surut kehidupan dengan baik. 

Untuk pekerjaan, individu tipe satu cocok menjadi karyawan, manajer, dan koordinator proyek yang baik di hampir semua industri. Bila seorang pelajar, kamu akan fokus dan terorganisir. Biasanya akan berhasil dengan baik di sekolah atau pelatihan tempat kerja. 

Urusan hubungan, cenderung berteman baik dengan orang lain tanpa drama. Dukung otak seimbang kamu dengan diet sehat, olahraga teratur, konsumsi multivitamin, asam lemak omega-3, dan vitamin D. Karena tipe otak satu ini sangat senang berlama-lama duduk di sofa, makan makanan cepat saji, dan berjam-jam di media sosial.  


tipe otak
(Jika kamu suka bertindak spontan, mungkin kamu memiliki tipe otak spontan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Tipe 2: Otak spontan 


Tipe ini biasanya memiliki aktivitas yang lebih rendah pada bagian depan otak di area yang disebut korteks prefrontal (PFC). Kepribadian tipe ini suka mencoba hal-hal baru, memiliki berbagai minat, dan suka bertindak secara spontan dari jadwal yang telah ditetapkan. Otak tipe ini berpikir di luar kebiasaan, tidak menyuka aturan, dan suka terlambat membuat janji. 

Orang dengan otak spontan, suka mengambil risiko sehingga kemungkinan akan mendapat masalah. Untuk berkarier, sangat umum di kalangan pengusaha, penghibur, atau politisi. 

Gaya belajar yang dimiliki oleh anak atau orang tipe ini mudah terganggu (tidak fokus). Jadi, biarpun mungkin sangat pintar, akan sulit menunjukkan potensinya.
 
Saat berhubungan dengan sesorang, biasanya akan cenderung menciptakan drama. Tipe ini juga rentan terhadap depresi, ADHD, dan kecanduan. Sehingga untuk menjaga kesehatan, disarankan mengonsumsi makanan berprotein tinggi, mengonsumsi suplemen, dan latihan kardio. 
 

Tipe 3: Otak yang gigih 


Orang dengan tipe otak ini sering mengalami peningkatan aktivitas di bagian depan otak pada area yang disebut anterior cingulate gyrus (ACG). Tipe ini cenderung berkemauan keras, menolak untuk menerima jawaban tidak. Pun akan berkembang ketika menjalanin rutinitas, tapi bisa menjadi tidak teratur ketika rencana berubah. Serta kesulitan mengikuti arus. 

Kemungkinan orang dengan tipe otak ini merupakan pencemas yang sulit untuk melupakan masa lalu. Juga cenderung argumentatif. 

Otam gigih cocok berkarier sebagai manajer proyek, chief operating officer, atau insinyur web. Gaya belajar si otak gigih, akan melakukan yang terbaik ketika dia memiliki pilihan. 

Untuk menjalin hubungan, tipe ini bisa keras kepala dan cenderung mengingat setiap pertengkaran yang pernah dialaminya bersama pasangan.

Potensi masalah yang bisa terjadi, Ketika ACG otak terlalu aktif, berarti dia bisa terjebak pada pikiran negatif, yang dapat dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). 

Untuk menenangkan ACG yang terlalu aktif, tingkatkan serotonin di otak dengan karbohidrat sehat (seperti ubi jalar dan hummus), salmon, kalkun, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan suplemen. 


tipe otak
(Jika kamu kewalahan dengan suara bising saat belajar, mungkin kamu adalah tipe otak sensitif yang sebaiknya mencari tempat belajar yang tenang. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Tipe 4: Otak sensitif 


Tipe ini sering mengalami peningkatan aktivitas di sistem limbik, pusat emosi di otak. Memiliki tipe otak sensitif berarti kamu cenderung memiliki empati yang besar terhadap teman, keluarga, sesama manusia, dan bahkan hewan berbulu. Kamu bisa sangat tersentuh oleh musik, film, dan bentuk seni lainnya. 

Banyak orang dengan tipe otak ini berjuang dengan suasana hati, merasa kewalahan, dan cenderung memiliki banyak pikiran negatif otomatis (SEM). 

Karena tempat yang bising dapat membuat kamu kewalahan, carilah tempat belajar yang tenang, dan pastikan memiliki penutup telinga. Carilah konselor, mentor, atau profesor yang mendukung. 

Si tipe otak sensitif, cocok berkarier sebagai terapis, profesional perawatan kesehatan, dan pekerja sosial, serta tipe kreatif.

Dalam berhubungan, kamu sangat memerhatikan orang lain sehingga mudah bagimu untuk mengetahui kapan pasangan membutuhkan pelukan atau membutuhkan ruang. Namun, karena sangat sensitif dapat membuat kamu lebih rentan terhadap depresi, kecanduan, dan gangguan mood siklik seperti gangguan bipolar. 

Tenangkan pusat emosi otak dengan lemak sehat, seperti alpukat, almond, dan salmon; konsumsi asam lemak omega-3, dan vitamin D. Aktivitas fisik seperti menari dan olahraga sistem tim juga bisa dilakukan. 
 

Tipe 5: Otak yang berhati-hati

 
Aktivitas yang meningkat di pusat kecemasan otak, seperti ganglia basal, korteks insular, atau amigdala, terlihat pada tipe ini. Hal ini sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat neurotransmiter GABA. 

Jika memiliki tipe otak yang berhati-hati, akan cenderung merasa cemas, yang biasanya membuat kamu lebih siap. Orang dengan tipe ini cenderung memiliki pikiran yang begitu sibuk sehingga sulit untuk bersantai.

Memiliki kecenderungan untuk mengharapkan yang terburuk dan memiliki ketakutan akan kegagalan yang menghalangi untuk mengejar impian kamu. 

Karena cenderung memiliki pikiran analitis, pekerjaan di bidang akuntansi, penelitian, atau penambangan data bisa dijalani.  

Gaya belajar yang dimiliki cenderung bekerja ekstra untuk memelajari materi kelas. Tapi,  meskipun sudah dipersiapkan dengan baik, kegelisahan saat ujian dapat menyebabkan hasil yang kurang maksimal. 

Dalam suatu hubungan, sering memiliki rasa takut akan penolakan, sehingga mencari kepastian terus-menerus dari pasangan, yang dapat dianggap sebagai kebutuhan atau kemelekatan.  

Orang dengan tipe otak ini lebih rentan terhadap kecemasan dan kecanduan. Menenangkan pusat kecemasan otak dengan cara, menghindari kafein, minuman keras, dan permen manis. Dan cobalah aktivitas yang menenangkan seperti yoga.

Jadi, kita sekarang tahu bahwa cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain bergantung pada cara kerja otak kita sendiri. Yang manakah tipe otak kamu?
(TIN)