FITNESS & HEALTH

Komposisi Makanan yang Tepat bagi Pasien Diabetes saat Berpuasa

Raka Lestari
Jumat 16 April 2021 / 17:09
Jakarta: Bagi pasien diabetes, salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat berpuasa adalah asupan makanan baik saat sahur maupun saat berbuka puasa. Tentu hal itu akan berpengaruh pada pasien diabetes yang memang asupan makanannya harus diperhatikan, bahkan dalam kondisi sedang tidak berpuasa.

Diabetes itu masalah pada metabolisme gula. Saat berbuka puasa, disarankan untuk mengonsumsi makanan manis.

"Buah kurma merupakan pilihan terbaik karena kandungan glikemiks indeks yang sedang dan mengandung serat. Kalau minum teh manis menggunakan gula pasir, tidak ada kandungan seratnya padahal serat sangat bagus untuk menurunkan tingkat glikemiks indeks," ujar dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah, Pondok Indah.

Ketika makan besar, tetap karbohidrat harus ada tetapi cari karbohidrat yang kompleks yaitu yang mengandung serat karena melepas gula secara perlahan.

"Contohnya adalah sayur-sayuran atau umbi-umbian. Kolak boleh tidak bagi penderita diabetes? Boleh saja asalkan bisa diatur porsinya. Misalnya pilih salah satu saja mau dengan pisang atau ubi, jangan dua-duanya. Selain itu, kuah kolah juga sebaiknya jangan terlalu banyak," tutur dr. Lita.

Selain karbohidrat, asupan protein juga harus diperhatikan. Protein yang dikonsumsi harus berasal dari protein hewani dan protein nabati.

"Protein hewani itu mudah dipakai oleh tubuh, sedangkan protein nabati kandungan antioksidannya lebih banyak," ujar dr. Lita.

Hal yang tidak boleh terlupakan adalah asupan lemak. Menurut dr. Lita, lemak yang dikonsumsi sebaiknya lemak tidak jenuh. Beberapa bahan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh misalnya adalah ikan dan minyak zaitun.

Serat juga penting untuk penderita diabetes. Efeknya itu bisa membuat kenyang lebih lama dan menurunkan kolestrol jahat.

"Respons glukosa setelah makan akan menurun. Serat larut juga mencegah konstipasi. Pada orang diabetes, serat juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Untuk asupan susu, penderita diabetes boleh mengonsumsinya asalkan susu rendah lemak," tutup dr. Lita.
(FIR)