FITNESS & HEALTH

Gejala dan Jenis-jenis Aritmia

Raka Lestari
Rabu 20 Januari 2021 / 15:09
Jakarta: Aritmia merupakan kelainan irama atau detak jantung yang terjadi pada seseorang. Dalam kondisi ini detak jantung bisa terlalu cepat atau terlalu lambat, atau irama jantung yang tidak beraturan.

Beberapa pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami aritmia, sampai akhirnya gejala tersebut bertambah parah. Salah satunya adalah bisa sampai mengalami pingsan atau sinkop.

"Jadi yang dimaksud aritmia adalah suatu kondisi di mana ada dua sisi ekstrem, apakah detak jantung terlalu lambat atau detak jantung kita terlalu cepat atau irama jantung kita yang tidak beraturan," ujar dr. Hermawan, Sp.JP(K), FIHA, ahli jantung di RS Pusat Pertamina.

"Orang dengan aritmia yang datang ke saya itu keluhannya seperti berdebar-debar, rasa tidak nyaman di dada, atau rasa detak jantung yang tidak teratur yang disertai dengan gejala-gejala  penyerta yang lain," terang dr. Hermawan.

Mungkin pasien merasa seperti kleyengan, rasa mau jatuh atau mau pingsan, atau yang disebut sinkop. Itu adalah bagian dari gejala klinis pada pasien dengan gangguan irama jantung.

Gangguan irama jantung itu, menurut dr, Hermawan, secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok besar. Yaitu detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat.

"Irama jantung yang terlalu cepat, detaknya sangat cepat sehingga pasien merasa tidak nyaman disebut takikardia yang seringkali menyebabkan rasa kleyengan. Kalau sudah terlalu berat bisa mengganggu tekanan darah dan menyebabkan rasa mau pingsan," jelas dr. Hermawan.

Yang kedua adalah detak jantung yang terlalu lambat. Jika terlalu detak jantungnya terlalu, yang berat maka akan menyebabkan keluhan yang disebut sebagai sinkop.

Menurut dr. Hermawan, beberapa kondisi seperti serangan jantung akut juga mungkin bisa menyebabkan aritmia. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan suatu kondisi bernama heart block.

"Heart block adalah kondisi di mana listrik jantung mengalami gangguan atau terputus, sehingga menyebabkan detak jantung mengalami perlambatan atau slowing. Atau juga menyebabkan terjadinya aritmia cepat, yang kita sebut sebagai takikardi atau ventrikel takikardi," terang dr. Hermawan.

"Keduanya adalah kondisi kegawat-daruratan yang berbahaya, yang harus mendapat penanganan segera. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya heart block pada umumnya adalah dengan membuka pembuluh darah untuk mencegah terjadi komplikasi yang lebih lanjut.
(FIR)