FITNESS & HEALTH

Tantangan Pasien PPOK di Masa Pandemi

Raka Lestari
Kamis 19 November 2020 / 10:05
Jakarta: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan penyebab nomor 4 kematian terbanyak di dunia. Dan bagi pasien yang mengalami PPOK, pandemi covid-19 seperti sekarang ini menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah dengan menjalani penyesuaian kebiasaan baru di masa pandemi ini. 

"Pada masa pandemi seperti sekarang, orang dengan PPOK apalagi yang sudah berusia 50 tahun ke atas dan lansia merupakan orang yang sangat rentan terkena covid-19," ujar dr. Budhi Antariksa, SpP (K), Ph.D, dokter spesialis paru, konsultan asma dan PPOK di RSUP Persahabatan, dalam rangka Hari PPOK Sedunia 2020 yang diadakan secara virtual pada Rabu, 18 November 2020.

dr. Budhi juga menambahkan, pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, jika pasien PPOK terkena covid-19 tentunya akan sangat berbahaya mengingat daya tahan tubuhnya yang kurang bagus sehingga tingkat kematian akan meningkat jika terkena covid-19. 

"Untuk itu, yang harus diperhatikan pada saat pandemi ini adalah dengan tidak keluar rumah atau bertemu dengan orang banyak. Hindari kerumunan dan terlebih lagi yang memiliki kebiasaan merokok itu sebaiknya tidak perlu dilukan lagi," saran dr. Budhi. 

Menurut dr. Budhi, bagi pasien PPOK bisa melakukan vaksinasi flu. Mengingat vaksin covid-19 masih dikembangkan, maka vaksin flu sangat dianjurkan bagi pasien PPOK. "Jika pasien terkena PPOK terkena flu, maka bisa menurunka daya tahan tubuh mereka dan bisa menyebabkan suatu infeksi yang disebu pneumonia," terangnya.

Akan tetapi, dr. Budhi menekankan bahwa vaksin flu pada pasien PPOK bukanlah untuk menyembuhkan covi-19 tetapi hanya mencegah saja. Hal ini karena banyak pasien PPOK yang melakukan pengobatan pada kondisi yang sudah lanjut seperti pada saat sudah sesak napas. 

"Adapun gejala-gejala PPOK yaitu mengalami sesak napas yang bertambah ketika beraktivitas dan atau bertambah dengan meningkatnya usia disertai batuk berdahak atau pernah mengalami sesak napas disertai batuk berdahak," tutup dr. Budhi.
(YDH)