FITNESS & HEALTH

Pentingnya Label Peringatan Konsumen di Kemasan Plastik Mengandung BPA

Medcom
Jumat 22 Januari 2021 / 20:09
Jakarta: Bisphenol A atau BPA terbukti berbahaya untuk kesehatan. Menurut Natalya Kurniawati selaku Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah lama menyatakan kalau wadah makanan dan minuman yang mengandung BPA berbahaya.

Natalya menganggap pentingnya pencantuman kandungan BPA atau BPA Free bagi kemasan yang tidak mengandung BPA perlu dilakukan, supaya konsumen tahu dan lebih berhati–hati dalam memilih prduk yang akan dikonsumsi.

Menurut Ahli Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Iwan Nefawan, BPA dalam kemasan plastik sebenarnya sudah dilarang oleh Badan Pengawas Obat & Makanan (Badan POM). Karena itu, dia berharap BPOM mengeluarkan aturan kepada produsen makanan, minuman dan obat-obatan yang dijual dengan kemasan yang mengandung BPA supaya memberi Label Peringatan Konsumen.

"Sebagai contoh di label kemasan plastik air minum galon isi ulang Polikarbonat yang mengandung BPA, diberi keterangan: 'Peringatan Konsumen: Bahan Kemasan Plastik Galon Isi Ulang air minum Ini, Mengandung Zat BPA yang Berbahaya Bagi Kesehatan Bayi, Balita dan Ibu Hamil, dapat mempengaruhi berat badan lahir, mengganggu perkembangan hormonal dan perilaku, hingga risiko kanker di kemudian hari'," jelas Iwan dalam keterangan tertulisnya.

Hal serupa dinyatakan Ketua Umum Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Roso Daras. Roso bahkan telah mengirim surat Kepala Badan POM, Dr. Ir. Penny K. Lukito MCP. Surat itu meminta BPOM untuk mengatur pencantuman peringatan konsuen pada kemasan plastik makanan dan minuman yang mengandung BPA.

Dalam surat itu, Roso Daras juga memaparkan bahaya BPA. Roso meminta agar BPOM RI dapat mengatur pencantuman peringatan konsumen pada label kemasan plastik makanan dan minuman yang mengandung BPA guna melindungi konsumen usia rentan yaitu bayi, balita dan janin pada ibu hamil.  

"Jadi kami berkirim surat juga sekaligus memperkenalkan diri sebagai organisasi jurnalis yang sedang fokus menyoroti Isu Kemasan Plastik yang mengandung BPA yang berbahaya bagi kesehatan," kata Roso.


Roso Daras (Foto: dok. pribadi)

"Dunia kesehatan telah menghimbau agar kemasan yang mengandung BPA yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh bayi, balita dan janin yang dikandung oleh ibu hamil sebaiknya dihindari, karena dapat mengganggu kesehatan seperti pertumbuhan hormonal sampai kanker di kemudian hari," lanjutnya.

Selain mengirim surat kepada Badan POM, dia juga mengirimkan tembusannya kepada Badan Standarisasi Nasional, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Menurut Roso, media juga berperan untuk menginformasikan tentang bahaya BPA.

"Dengan adanya kemudahan akses informasi kesehatan yang didapat dari media international dan nasional saat ini, konsumen mulai peka dan aware ada bahaya BPA dalam kemasan makanan dan minuman yang bersentuhan langsung pada konsumsi usia rentan yaitu bayi, balita dan janin pada ibu hamil," tutupnya.

 
(ELG)