FITNESS & HEALTH

Studi Ungkap Golongan Darah dengan Risiko Covid-19 Tidak Berkaitan

Sandra Odilifia
Kamis 15 April 2021 / 18:14
Jakarta: Dengan munculnya virus korona baru, para profesional medis dan ilmuwan menemukan jawaban atas banyak misteri yang terkait dengan penyakit mematikan tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan adanya hubungan antara golongan darah dengan risiko covid-19.

Melansir E Times, dalam penelitian sebelumnya, ditunjukkan bahwa golongan darah A lebih rentan terhadap kontraksi covid-19 daripada golongan darah lainnya. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini telah mematahkan klaim tersebut dan menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan virus korona.

Menurut Studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Intermountain Medical Center Heart Institute di Murray, tidak ada hubungan sama sekali antara golongan darah dengan risiko terkena covid-19.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini, melihat data dari puluhan ribu pasien dengan Intermountain Healthcare, yakni sistem kesehatan nirlaba dari 24 rumah sakit dan 215 klinik di Utah, Idaho dan Nevada.

Di antara orang-orang yang terlibat dalam penelitian ini, 11.500 orang dinyatakan positif covid-19 dan sisanya dinyatakan negatif. Para peneliti tidak menemukan hubungan golongan darah dengan kerentanan atau keparahan penyakit.

"Mengingat sifat penelitian kami yang besar dan prospektif hasilnya sangat nol, kami percaya bahwa hubungan penting SARS-CoV-2 dan covid-19 dengan kelompok ABO tidak mungkin dan tidak akan menjadi faktor berguna yang terkait dengan kerentanan penyakit atau keparahan baik pada individu atau tingkat populasi dalam lingkungan," tulis peneliti dalam jurnal tersebut.

Lalu, siapa yang paling mungkin terinfeksi covid-19? Mengingat klaim penelitian, golongan darah tidak memengaruhi kerentanan seseorang terhadap infeksi covid-19, maka itu penting untuk mewaspadai orang-orang yang paling rentan.

Dari populasi lansia hingga orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti diabetes, kanker, dan lainnya, mereka yang paling rentan dan harus mengambil semua tindakan pencegahan.

Sedangkan bagi masyarakat yang kurang rentan terhadap penyakit hendaknya tidak sembrono dan harus menjamin keselamatan pihak yang paling rentan.
(FIR)