FITNESS & HEALTH

Rem Angka Kematian, Gubernur Sumut Berkolaborasi dengan Tim Task Force Covid-19 Kemenkes

Sandra Odilifia
Kamis 08 Oktober 2020 / 06:00
Jakarta: Perkembangan kasus covid-19 di Provinsi Sumatra Utara masih terbilang tinggi. Oleh sebab itu, Gubernur Provinsi Sumatra Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, menyebut ada langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengerem angka kematian dan memacu laju kesembuhan pasien covid-19.

Menurut Edy Rahmayadi saat membuka pertemuan koordinasi percepatan penanganan covid-19 di Kantor Gubernur Sumatra Utara, ada tiga langkah penting untuk memenangkan peperangan, yaitu hadirnya seorang pemimpin, mental untuk selalu berjuang dan Batem (bantuan tembakan).

"Nah, kehadiran Tim Task Force Kemenkes RI ini merupakan Batem bagi kami (pemerintah daerah) untuk menambah gempuran melawan covid-19," tutur Edy Rahmayadi kepada Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kemenkes RI Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp.P, F.C.C.P selaku Ketua Tim Taskforce.

Dalam pertemuan tersebut, Edy menjelaskan bahwa segala upaya telah dilakukan untuk menekan angka penularan, seperti mempersempit risiko penularan di keramaian.


(Jajaran Pemerintah Provinsi Sumut saat membuka pertemuan koordinasi percepatan penanganan covid-19 dengan Tim Task Force Kemenkes RI di Kantor Gubernur Sumatra Utara. Foto: Dok. Kemenkes RI)

"Kami telah menutup semua tempat-tempat hiburan yang telah kami berikan peringatan sebelumnya namun tetap tidak menaati protokol kesehatan. Mungkin pendapat masyarakat Saya Gubernur Kejam, tetapi ini tetap harus dilakukan karena bila didiamkan bisa habis saudara-saudara kita" tegas Edy.

Saat ini Sumatra Utara telah memberikan sinyal positif dalam menangani covid-19, tercatat bahwa terjadi peningkatan angka kesembuhan sebesar 5,1 persen dari satu minggu lalu sebesar 65,5 persen menjadi 70,6 persen.

Selain itu, angka kematian juga berhasil diturunkan menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada satu minggu yang lalu.

Disamping itu, ketersediaan tempat tidur di RS Rujukan Covid-19 di Sumut dirasa masih cukup memadai dengan persentase BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur untuk ICU sebesar 62,20 persen dari total 82 tempat tidur dan untuk Isolasi sebesar 57,58 persen dari total 1254 tempat tidur.

Meski data menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penanganan covid-19 di Sumatra Utara, Edy tetap berharap bahwa penanganan covid-19 dapat dipercepat lagi, yaitu dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Tim Task Force Kemenkes RI.

"Semoga dengan hadirnya Tim Task Force, dapat menambah motivasi untuk memacu laju angka kesembuhan dan menekan angka kematian akibat covid-19 di Provinsi Sumatra Utara" pungkasnya.

(TIN)