FITNESS & HEALTH

Tetap Jalankan Prokes dengan Adanya Varian Baru Covid-19 E484K

Raka Lestari
Kamis 08 April 2021 / 12:35
Jakarta: Beberapa waktu lalu terdapat satu kasus pasien yang terinfeksi covid-19 di Indonesia dengan varian E484K atau sering disingkat EEK. Meskipun begitu, pasien yang terjangkit mutasi virus E484K tersebut sudah dinyatakan sembuh dan tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.

Terkait hal tersebut, Prof. Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Indonesia menjelaskan, “Varian E484K merupakan mutasi dari varian B117. Mutasi varian E484K yang terjadi pada protein spike adalah mutasi yang sama seperti yang ditemukan pada varian Afrika Selatan maupun Brasil,” ujarnya dikutip dari laman YouTube Kementerian Sekretaris Negara, pada Kamis, 1 April 2021 lalu.

“Dan berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penularan,” tutur Prof. Wiku.

Ia juga menambahkan, “Pemerintah juga terus meningkatkan surveillance whole genome sequencing untuk memetakan varian covid-19 yang masuk di Indonesia, sambil juga mempertahankan proses skrining pada saat WNA atau WNI masuk ke Indonesia.” 

Varian E484K ini cukup banyak ditemukan di Jepang. Dilansir dari Reuters, sekitar 70 persen pasien covid-19 yang dites di rumah sakit Tokyo membawa mutasi yang disebut-sebut dapat mengurangi perlindungan vaksin covid-19 yang ada sekarang ini.

Menurut laporan dari NHK, mutasi E484K, yang dijuluki "Eek" oleh beberapa ilmuwan, ditemukan pada 10 dari 14 orang yang dites positif terkena virus di Tokyo Medical and Dental University Medical Hospital pada Maret lalu.

Selama dua bulan hingga Maret, 12 dari 36 pasien covid-19 membawa mutasi, dengan tidak ada dari mereka yang baru-baru ini bepergian ke luar negeri atau melaporkan kontak dengan orang yang mengalaminya, menurut laporan tersebut. NHK menyebutkan bahwa tidak ada pasien di rumah sakit Tokyo yang membawa strain Inggris atau B117.

(TIN)