FITNESS & HEALTH

3 Cara Mengatasi Masalah Hipertensi dan Kolesterol

Kumara Anggita
Kamis 24 Desember 2020 / 09:07
Jakarta: Hipertensi dan kolesterol adalah penyakit yang berbahaya bagi pembuluh darahmu. Untuk itu kamu harus menghindarinya atau mengontrolnya.

“Hipertensi ditambah dislipidemia menyebabkan stres oksidatif atau disfungsi endotel,” papar dr. Antonia Anna Lukito, Spesialis Jantung, Head of Cardivascular Center, Rumah Sakit SIloam Karawaci dalam Daewoong Media Day Kuartal 4 2020.

Dokter Antonia mengatakan bahwa ada 3 pilar utama yang perlu diingat masyarakat untuk menghindari dan mengontrol kedua penyakit itu. Berikut di antaranya:
 

1. Diet


Mengurangi makanan-makanan berlemak menjadi pilihan yang tak boleh dikesampingkan. Sebab mengonsumsi makanan berlemak bisa mengundang penyakit atau memperburuk keadaan.

“Diet yang mengurangi kadar lemak. Jangan terlalu lemak tinggi. Makanan yang terbaik adalah makanan yang berimbang jadi kadar lemak sedikit, ada protein, karbohidrat, ada sayur ,dan buah. Itu adalah kadar seimbang,” paparnya.

“Kita lebih banyak mengutamakan karena enak. Itu karbo digabung dengan lemak. Seperti di Indonesia orang makan nasi goreng, mi goreng, dan bakwan. Jadi hindari sebisa mungkin,” lanjutnya.
 

2. Olahraga


Olahraga juga menjadi hal yang sama pentingnya. Pastikan kamu menggerakan tubuhmu setiap harinya. Dokter Antonia bahkan menganjurkanmu untuk berolahraga setiap hari.

“Sekarang ada fenomena yang disebut dengan sitting disease. Itu adalah penyakit akibat duduk. Setelah meninggalkan bangku kuliah, kita memasuki lapangan pekerjaan. Dan sebagain besar lapangan pekerjaan tempatnya adalah kantor, di mana ada meja dan kursi. Sehingga kita terbenam dalam kerjaan, sepanjang hari duduk di kursi,” jelasnya.

"Hal ini sangat menurunkan aktivitas kita. Sebuah perubahan drastis dari kuliah ke lapangan kerja. Tanpa disadari perut sudah membesar. Lemak perut itu berbahaya sekali. Itu cikal bakal untuk terjadinya proses metabolik yang terganggu. Minyak perut adalah lemak putih  yang berbeda dengan lemak di paha dan di tangan. Lemak di perut yang putih mengandung hormon-hormon yang jahat,” ujarnya.
 

3. Teratur minum obat


Kalau kamu sudah didiagnosa dokter dengan dua penyakit ini dan diberikan obat maka penting untuk mengonsumsinya secara teratur. Menurutnya kepatugan yang rendah mendorong risiko berbagai penyakit meningkat.

“Jumlah tablet obat makin banyak, kepatuhan makin turun. Dari studi klinik, dilaporkan kepatuhan rendah berakibat kimplikasi penyakit meningkat,” katanya.
(FIR)