FITNESS & HEALTH

Meski Kurang Umum, Nyeri Otot Bisa Menjadi Tanda Covid-19

Raka Lestari
Selasa 17 November 2020 / 15:56
Jakarta: Gejala lain dari covid-19 yang baru-baru ini ditemukan adalah nyeri pada punggung atau otot. Meskipun nyeri pada tubuh bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi nyeri yang disebabkan oleh covid-19 bisa sedikit berbeda.

Berdasarkan laporan World Health Organisation (WHO) yang menganalisis kasus konfirmasi positif covid-19 di laboratorium di Tiongkok, menemukan bahwa 14,8 persen pasien dilaporkan mengalami mialgia atau artralgia (nyeri sendi).

Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan pasien yang melaporkan mengalami demam (87,9 persen) dan batuk kering (67,7 persen), dan masih lebih jarang dibandingkan gejala lain seperti kelelahan (38,1 persen) dan sesak napas (18,6 persen). 

Meskipun memang, gejala nyeri sendi ini sedikit lebih umum dibandingkan sakit tenggorokan (13,9 persen), sakit kepala (13,6 persen), dan kedinginan (11,4 persen).

Dilansir dari Daily Express, mialgia adalah nyeri otot dan nyeri, yang dapat melibatkan ligamen, tendon, dan fasia, jaringan lunak yang menghubungkan otot, tulang, dan organ. 


nyeri otot
(Menurut DR Richard Watkins, M.D. infeksi virus menyebabkan nyeri otot sebagai hasil dari pengaktifan respons imun. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Menurut John Hopkins Medicine, cedera, trauma, penggunaan berlebihan, ketegangan, obat-obatan tertentu dan penyakit semuanya dapat menyebabkan mialgia. Gejalanya bisa berupa kram otot dan nyeri sendi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, myalgia adalah gejala umum pada pasien dengan infeksi virus seperti penyakit novel coronavirus 2019 (COVID-19) dan influenza.

Studi tersebut juga mencatat bahwa nyeri punggung pada covid-19 kemungkinan mengindikasikan pneumonia.

Mialgia dan kelelahan pada pasien covid-19 kemungkinan memiliki durasi yang lebih lama dibandingkan pada infeksi firal. Dan juga pada covid-19, kemungkinan tidak bisa diobati dengan obat painkiller biasa.

Menurut Richard Watkins, M.D., dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University, infeksi virus menyebabkan nyeri otot sebagai hasil dari pengaktifan respons imun. 

“Ini adalah hasil dari sel-sel dari sistem kekebalan yang melepaskan interleukin, yang merupakan protein yang membantu dalam memerangi patogen yang menyerang," katanya.

Masalah sendi dan otot sering terjadi dan termasuk masalah bahu, leher, punggung, dan lutut. Sebagian besar masalah ini tidak serius dan membaik atau membaik dengan cepat, namun jika disertai dengan gejala lain, masalah tersebut harus dipantau dengan cermat.
(TIN)